JawaPos Radar

Aksi Vandalisme di Kereta MRT

Pelaku Diduga Warga Negara Asing, Polisi Libatkan Interpol

03/10/2018, 06:15 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Pelaku Diduga Warga Negara Asing, Polisi Libatkan Interpol
Pelaku vandalisme di badan kereta MRT diduga wanga negara asing, kepolisian libatkan Interpol. (Instagram @jktinfo)
Share this image

JawaPos.com - Penyelidikan terhadap aksi vandalisme pada badan kereta Mass Rapid Transit (MRT) mulai menemui titik terang. Polres Jakarta Selatan menyebutkan terduga pelaku vandalisme adalah warga negara asing.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar. Namun dirinya tidak menyebutkan asal pelaku dari negara mana. Pihaknya masih akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu terkait dengan terduga pelaku tersebut.

"Kami kan masih klarifikasi dulu, nanti kalau sudah ada orangnya baru kami bisa simpulkan," ujar Jafar di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/10).

Jafar menambahkan lantaran adanya dugaan keterlibatan warna negara asing, pihaknya berkoordinasi dengan Interpol. Namun dirinya tidak ingin gegabah dalam kasus ini. Dia menyebut untuk memastikan hal itu, pihaknya harus bertindak sesuai prosedur yang ada.

"Kemungkinan seperti itu, makanya kami koordinasi dengan Interpol. Kami bertindak sesuai dengan prosedur yang ada," katanya.

Seperti diketahui, aksi vandalisme kembali terjadi. Secara mengejutkan kali ini badan kereta Mass Rapid Transit (MRT) jadi sasarannya. Hal tersebut cukup membuat PT MRT geram atas tingkah pihak yang tidak bertanggung jawab. Peristiwa terjadi pada 21 September lalu.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah menyatakan, aksi tersebut menyasar pada salah satu badan kereta MRT Jakarta yang sedang terparkir di area Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Bentuknya grafiti pada badan luar kereta nomor tiga di rangkaian kereta kedelapan (K1 1 18 45) MRT Jakarta. Jadi tim keamanan kami menemukan itu saat patroli rutin hari ini pukul 07.30 WIB," jelas Tubagus dalam keterangannya.

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up