JawaPos Radar | Iklan Jitu

Waspada, Infeksi dari Pembusukan Jenazah Korban Gempa Sangat Berbahaya

02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Korbam Gempa Sulteng
Relawan bersama warga yang selamat saat melakukan evakuasi korban gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng). (ACT for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Beberapa hari setelah terjadinya gempa disertai tsunami yang melanda Palu, Donggala, dan Mamuju, Sulawesi Tengah, ribuan korban jiwa ditemukan. Namun, saat ini jenazah-jenazah itu masih tergeletak di tempat umum karena belum semuanya bisa dievakuasi untuk segera dimakamkan.

Merespons itu, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan, sebaiknya jenazah para korban yang berhasil ditemukan segera dikumpulkan (dipusatkan) di rumah sakit, untuk nantinya dikuburkan secara masal. 

Tujuannya untuk mengurangi risiko pencemaran akibat timbulnya penyakit infeksi yang bisa ditimbulkan dari pembusukan jenazah para korban gempa dan tsunami. Dia mengingatkan hal itu agar segera dilakukan.

“Jenazah-jenazah itu dikumpulkan sebaiknya segera dibawa ke RS. Agar cepat dikuburkan masal dengan maksud agar (pasien/masyarakat) tidak tercemar penyakit yang bisa menyebabkan infeksi (akibat pembusukan jenazah),” tutur Menteri Nila dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa (2/10).

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dokter Achmad Yurianto menjelaskan, jenazah mengalami pembusukan sejak satu jam pertama kematiannya. Proses pembusukan tercepat ada di bagian otak dan saluran pencernaan.

"Karena di dalam usus manusia tidak steril sehingga banyak mikroorganisme yang membentuk gas sehingga jenazah akan membengkak dan menggelembung," ujarnya.

Adapun risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan dari pembusukan jenazah, kata Achmad, adalah keberadaan kuman yang dicemarkan melalui cairan maupun gas, sehingga dapat menimbulkan penyakit.

“Cairan pembusukan jenazah ini bisa mengalir ke mana-mana. Ini sangat berbahaya bagi pasien lain. Oleh karena itu, seharusnya segera dimakamkan. Ini bisa menjadi lebih berbahaya pada korban yang mengalami luka terbuka,” paparnya.

Saat ini, proses pemakaman masal sudah dimulai dengan menetapkan lokasi penggalian dan mulai penguburan secara bertahap karena jenazah masih terus berdatangan. Jenazah yang datang di rumah sakit terlebih dulu diidentifikasi oleh pihak kepolisian untuk mengentahui identitas korban.

Jika pada korban tidak terdapat kartu tanda pengenal, maka jenazah akan difoto kemudian dilabeli. Foto korban ini untuk bisa diketahui identitasnya bila di kemudian hari ada keluarga atau kerabat yang mengenali. Sementara pelabelan digunakan untuk data pada lokasi pemakaman masal.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : (ika/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 02 Oktober 2018, 22:50:16 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up