JawaPos Radar

Kejutan dari Pertamina di Hari Batik Nasional

02/10/2018, 22:12 WIB | Editor: Budi Warsito
Kejutan dari Pertamina di Hari Batik Nasional
Risky Diba Avrita Officer Communication & Relation Pertamina MOR I Imam Bukhori Sales Executive Representative Pertamina MOR I berikan bingkisan kepada masyarakat yang mengenakan Batik. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Bertepatan dengan Hari Batik 2018 yang jatuh pada Selasa (2/10), PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I memberikan banyak promo kepada pelanggan.

Dimana para pelanggan yang mengenakan pakian batik mendapatkan haadiah eksklusif. Pemberian merchandise eksklusif Pertamina ini, diberikan kepada konsumen yang mengisi bahan bakar di SPBU 14.201.1157, yang terletak di Jalan Setia Budi No. 82, Kota Medan.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto, menerangkan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk semangat Pertamina dalam menyambut Hari Batik Nasional. Selain itu juga, memberikan apresiasi kepada semua pelanggan yang menggunakan pakaian batik pada Hari Batik 2018 yang tetap setia membeli produk–produk unggulan Pertamina.

Kejutan dari Pertamina di Hari Batik Nasional
Antrian panjang terhadi di SPBU Polonia, para pengendara berebut mengisi pertamax. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

“Hari Batik Nasional menjadi penting untuk diperingati, karena Batik merupakan salah satu warisan bangsa yang sangat berharga,” ujar Rudi, Selasa (2/10).

Selain hadiah eksklusif, Pertamina juga memberikan program 20 liter Pertamax yang bisa dibeli dengan Rp 20 ribu. Promo itu adalah hasil kerjasama dengan Bank Mandiri dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Bank Mandiri.

Promo menarik ini berlaku di 2 SPBU Medan, yaitu SPBU Adam Malik dan SPBU Polonia. Dimana promo tersebut hanya berlaku satu jam yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Hal itu pun membuat antrian mengular di SPBU tersebut. Pantauan di seputar SPBU Polonia, kemacetan hingga ke Jalan Mustang, persimpangan Jalan Juanda.

Terlihat petugas kepolisian lalulintas kewalahan untuk mengatur lalulintas yang macet tersebut. Ditambah lagi, kemacetan diperparah dengan kondisi masyarakat memasak untuk masuk ke areal SPBU untuk ikut mengantri BBM murah tersebut.

Antrian panjang tersebut didominasi oleh kenderaan mewah roda empat. Petugas keamanan SPBU juga memberikan arahan bahwa kesediaan Pertamax habis ‎di SPBU tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan menggunakan alat pengeras suara.

"Ibu/bapak persediaan Pertamax kita sudah habis silakan melajuti perjalanannya biar tidak macet lagi," ucap seorang petugas sekuriti SPBU tersebut.

Tampak kekecawaan para konsumen yang sudah mengantri lama dan bermacet-macetan untuk mendapatkan 20 liter Pertamax dengan harga Rp 20 ribu. Kemacetan terus terjadi hingga pukul 16.00 WIB. Melihat kecametan tersebut, seorang petugas TNI terlihat ikut mengatur lalulintas untuk mengurai kemacetan di kawasan SPBU.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up