JawaPos Radar | Iklan Jitu

Gunakan Hercules, TNI AU Evakuasi 1.000 Pengungsi dari Sulteng

02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Gunakan Hercules, TNI AU Evakuasi 1.000 Pengungsi dari Sulteng
Ratusan pengungsi yang berhasil keluar dari Palu. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pesawat Hercules dari TNI Angkatan Udara (AU) terus melakukan evakuasi para pengungsi dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) ke Malang.

Pada Selasa (2/10) petang, pesawat Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta kembali membawa pengungsi. Pesawat dengan nomor lambung A1318 itu, tiba di Lanud Abdulrachman Saleh dengan membawa sekitar 197 pengungsi. Mereka kebanyakan dari Malang, Jakarta dan Lamongan.

Copilot Hercules dari Skadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Lettu (Pnb) Frederickson Ika Pradana menjelaskan, awalnya mereka membawa 270 pengungsi dari Palu. Dua diantaranya dalam kondisi sakit.

Gunakan Hercules, TNI AU Evakuasi 1.000 Pengungsi dari Sulteng
Ratusan pengungsi yang berhasil keluar dari Palu. (Tika Hapsari/JawaPos.com)

Kemudian, 73 diantaranya diturunkan ke Makassar. Sisanya melanjutkan perjalanan ke Malang. Usai tiba di Malang, pengungsi asal Malang dan Lamongan diantarkan menggunakan bus. Sementara yang dari Jakarta kembali diboyong ke Jakarta, setelah transit beberapa saat di Malang.

"Hari ini, TNI AU ada lima penerbangan dari Makassar. Kemudian di Halim ada dua pesawat tambahan," kata Lettu (Pnb) Frederickson, Selasa (2/10) sebelum kembali ke Jakarta.

Sekali terbang, lanjutnya, Hercules mampu mengangkut sekitar 150 pengungsi. Sejak awal bencana hingga sekarang, lanjut Rickson, si burung besi itu sudah membantu 1.000 pengungsi keluar dari Palu.

"Selain ke Makassar, mereka juga banyak yang turun di Manado, Medan dan Jawa," imbuh dia.

Soal jumlah pengungsi yang bisa diangkut oleh Hercules lanjut Rickson, tidak ada ketentuan baku dari TNI AU. Hanya saja disesuaikan dengan beban maksimal yang bisa diangkut pesawat.

Intinya, memastikan pesawat dapat terbang dengan aman tanpa mengangkut beban melebihi ketentuan.

"Ketentuan baku tidak ada, ditentukan dengan kondisi pesawat. Tentunya berbeda antara pengungsi yang ditandu, dengan kursi roda dan dibawa menggunakan ambulans," imbuhnya.

Rata-rata pengungsi dalam kondisi lelah, kecapaian, menderita penyakit diare serta luka terkena benda tumpul akibat gempa.

"Paling kasihan itu ibu hamil yang tidak mendapatkan perawatan kesehatan layak karena fasilitas di sana sudah rusak. Akhirnya terpaksa dievakuasi ke Makassar atau kota terdekat untuk mendapatkan bantuan," tegasnya.

Editor           : Budi Warsito
Reporter      : (tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 02 Oktober 2018, 21:29:57 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up