JawaPos Radar

Kabur Saat Dihajar Gempa dan Tsunami Sulteng, 972 Napi Belum Kembali

02/10/2018, 21:26 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Yasonna Laoly
Menkumham Yasonna Laolly dan Dirjen PAS Sri Puguh Utami saat berdialog. (jpnn/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gempa berskala 7,4 SR disertai tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah juga berdampak terhadap lembaga pemasyarakatan (lapas).  Sebanyak 1.425 orang tahanan kabur dari tiga lapas di  wilayah itu.

Menanggapi kaburnya para napi itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan, jumlah tersebut sudah mulai berkurang. Saat ini, tersisa 972 napi yang belum kembali ke tahanan.

“Kami berharap, moga-moga cepat kembali ke jalan yang benar,” ujar Setyo dalam Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).

Rinciannya, yaitu di Lapas Donggala dengan jumlah napi tang kabur 342 orang, sudah kembali 260 orang dan belum kembali sebanyak 62 orang. Sementara Lapas Palu, jumlah napi yang kabur 465 orang sudah kembali 28 orang dan belum kembali 327 orang.

Selain itu, di Lapas Petogo, jumlah napi yang kabur 674 orang sudah kembali 82 orang dan belum kembali 582 orang. Rutan Polres Sigi jumlah napi yang kabur 26 orang, 1 orang melarikan diri dan belum kembali.

“Memang sengaja dilepas oleh Kalapas karena situasi gempa kemarin. Ini demi menghindari korban yang lebih banyak,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami menyebut narapidana dan tahanan yang kabur ingin menyelamatkan diri serta mencari informasi tentang keselamatan keluarganya di luar sana.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan waktu satu pekan bagi para narapidana maupun tahanan yang masih berada di luar untuk melapor dan kembali ke dalam penjara.

"Isi total (di lapas) Sulteng 3.220. Saat ini yang tidak berada di tempat 1.425 orang, tapi sekali lagi ini berdasarkan informasi pagi ini," kata Sri Puguh di kantornya, Jalan Veteran I, Jakarta Pusat, Senin (1/10).

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up