JawaPos Radar

Ramai Penjarahan di Palu, Humas Polda Sulteng: Akan Kita Proses

02/10/2018, 21:23 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Aksi Penjarahan
Warga korban gempa dan tsunami kota Palu, saat membawa barang dari pusat-pusat perbelanjaan kota, Minggu (30/9), pekan lalu. (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) merespons kondisi masyarakat korban dampak gempa dan tsunami khususnya di Kota Palu terkait aksi 'penjarahan' yang dilakukan.

Sejumlah warga sebelumnya diketahui mengambil berbagai bahan-bahan logisitik di pusat-pusat perbelanjaan modern seperti mini market dan obat-obatan di apotek di sekitar kawasan kota Palu. Kondisi itu terjadi tepat pada Minggu (30/9) pekan lalu.

Kondisi ini terpaksa dilakukan warga karena kebutuhan bantuan logistik yang saat itu dikabarkan belum menyentuh sebagian besar kawasan kota hingga luar kota Palu yang terkena dampak bencana.

Aksi Penjarahan
Personel kepolisian dari sejumlah daerah seperti Polda Sulsel hingga Sultra telah dikerahkan sebagai upaya membantu kegiatan pengamanan. (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)

Disayangkan, di tengah-tengah kekurangan logistik, situasi itu justru dimanfaatkan sejumlah oknum yang nekat turut mengambil perangkat elektronik. Dikabarkan, oknum warga bahkan sempat mengambil televisi hingga membawa lari mesin ATM.

"Kalau dia menyangkut tindak pidana pasti akan kita proses. Kita akan melakukan tindakan apabila penjarahan itu melebihi batas," tegas Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono, dalam jumpa pers di Makorem 132 Tadalako, Palu, Selasa (2/10).  

Diterangkan jika dalam kondisi dan situasi bencana seperti ini, perbuatan masyarakat korban dampak bencana yang mengambil barang logistik di pusat-pusat perbelanjaan sama sekali belum terdapat dan disebut sebagai pelanggaran.

"Kita sudah mengamankan titik-titik yang sudah ditentukan. Tindakan seperti ini pasca musibah kita juga lakukan tindakan. Ada tindakan yang dilakukan kepolisian dalam arti kata mengamankan kegiatan seperti itu (mengambil logistik) yang bisa ditolerir maupun yang tidak," jelasnya.

Sejauh ini lanjut Hery, penjagaan di lokasi-lokasi tertentu yang dianggap rawan, pengamananannya akan diperketat. Personel kepolisian dari sejumlah daerah seperti Polda Sulsel hingga Sultra telah dikerahkan sebagai upaya membantu kegiatan pengamanan.

"Jadi semua kita sudah bertambah termasuk dari Gorontalo juga. Itu semua kita akan amankan di titik-titik yang sudah ditentukan," pungkasnya.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up