JawaPos Radar

Usai Gempa dan Tsunami, ACT: Bau Busuk Menyengat di Donggala

02/10/2018, 20:54 WIB | Editor: Kuswandi
Korban Gempa Sulteng
Korban gempa bumi di Sulteng, sebelum dievakuasi oleh petugas (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Usai gempa berkekuatan 7,4 skala richter (SR) disertai gelombang tsunami di Kota Palu, Donggala dan Sigi pada Jumat (28/8) lalu, menimbulkan ribuan korban jiwa. Bahkan sampai sampai saat ini, ribuan korban di Donggala belum terevakuasi.

Kepala Bagian Humas Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lukman Azis mengatakan, situasi saat ini di Kabupaten Donggala belum banyak tersentuh. Banyak mayat tertimbun reruntuhan sehingga mengeluarkan bau tidak sedap.

"Kondisi disana (Donggala) belum terevakusasi masih tersisa bau busuk merebak, karena alat berat belum bisa bergerak mengangkat jenazah yang tertimbun," kata Lukman saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (2/10).

Meski terdapat alat berat, lanjut Lukman, itupun masih terkendala karena kurangnya pasokan bahan bakar minyak, serta kurangnya sumber daya manusia (SDM) untuk mengangkat para korban.

"Ada SPBU yang sudah aktif tapi antriannya luar biasa. Jumlah relawan masih sangat sedikit, alat berat tidak ada operatornya, kalaupun ada tidak ada BBMnya," ujarnya.

Tak hanya itu, Lukman menyebut akses untuk ke Donggala pun terputus akibat gempa dan tsunami. Ini yang menjadi kendala untuk melakukan percepatan proses evakuasi.

Untuk membantu para korban terdampak gempa, sambung Lukman, pihaknya pada tahap awal menurunkan 100 relawan beserta tim medis. Namun itu akan terus bertambah.

"Target kita menghadirkan 5 ribu relawan di Palu dan Donggala tapi itu akan seiring pertambahan personel," paparnya.

Oleh karena itu, Lukman berharap masyarakat tidak terdampak gempa dapat membantu untuk menjadi relawan dengan mengakses website www.act.id.

"Ingin jadi relawan bisa, jadi keahliannya apa, harus menyebutkan. Nantinya yang menentukan tetap dari kita (ACT), apa sebagai relawan dalam penggalangan donasi atau kaitannya rescue medis dan sebagainya," tandasnya.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up