JawaPos Radar

972 Napi Belum Kembali Usai Kabur Saat Gempa dan Tsunami di Sulteng

03/10/2018, 02:05 WIB | Editor: Kuswandi
Napi
Ilustrasi:Narapidana (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gempa berskala 7,4 SR disertai tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah juga berdampak terhadap lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang menahan ribuan narapidana. Sebanyak 1.425 orang tahanan kabur dari ruang pembinaan bagi warga binaan tersebut.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan, jumlah tersebut sudah mulai berkurang. Saat ini, tersisa 972 napi yang belum kembali ke tahanan.

“Moga-moga cepat kembali ke jalan yang benar,” ujar Setyo dalam Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).

Rinciannya, yaitu di Lapas Donggala dengan jumlah Napi tang kabur 342 orang, sudah kembali 260 orang dan belum kembali sebanyak 62 orang. Lapas Palu, jumlah Napi yang kabur 465 orang sudah kembali 28 orang dan belum kembali 327 orang.

Selain itu, di Lapas Petogo, jumlah Napi yang kabur 674 orang sudah kembali 82 orang dan belum kembali 582 orang. Rutan Polres Sigi jumlah Napi yang kabur 26 orang, 1 orang melarikan diri dan belum kembali.

“Sengaja dilepas oleh Kalapas karena situasi gempa kemarin, menghindari korban yang lebih banyak,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami menyebut narapidana dan tahanan yang kabur ingin menyelamatkan diri serta mencari informasi tentang keselamatan keluarganya di luar sana. Oleh karena itu, pihaknya memberikan waktu satu pekan bagi para narapidana maupun tahanan yang masih berada di luar untuk melapor dan kembali ke dalam penjara.

"Isi total (di Lapas) Sulteng 3.220. Yang nggak berada di tempat 1.425 orang, tapi sekali lagi ini berdasarkan informasi pagi ini," kata Sri Puguh di kantornya, Jalan Veteran I, Jakarta Pusat, Senin (1/10). 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up