JawaPos Radar

Pesawat Hercules Lebih Diprioritaskan untuk Angkut Bantuan ke Palu

02/10/2018, 19:59 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pesawat Hercules Lebih Diprioritaskan untuk Angkut Bantuan ke Palu
Pengungsi gempa dan tsunami Palu dan Donggala diangkut dengan Hercules. (Boy Slamet/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah membuka pintu dari pihak luar negeri yang ingin menyalurkan bantuan untuk korban gempa tsunami di Kota Palu dan Donggala. Jenis bantuan yang terima difokuskan pada enam hal.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Indonesia hanya membutuhkan enam bentuk bantuan untuk menanggulangi bencana. Di antaranya, transportasi udara, tenda, alat pengolahan air, generator, field hospital, dan fogging.

Semua bantuan itu akan diangkut dengan pesawat Hercules. "Air transportation (hercules c130) menjadi prioritas dari semua bentuk bantuan," ujarnya saat ditemui di gedung Kemenkominfo, Selasa (2/10).

Pesawat Hercules Lebih Diprioritaskan untuk Angkut Bantuan ke Palu
Infografis Kebutuhan Dasar yang dibutuhkan pengungsi gempa Sulteng. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Diketahui saat ini terdapat sekitar 26 negara dan dua organisasi internasional yang menawarkan bantuan. Semua bantuan akan dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Sementara penyalurannya akan didampingi BNPB.

“Semua bantuan disampaikan secara tertulis dan diatur Kemenlu. Mereka sanggupnya bantu apa. Kemenlu sudah bertemu dengan para Dubes, sudah disampaikan nanti penyaluran ke lapangan tetap bersama BNPB,” terangnya.

Menteri Kominfo Rudiantara menambahkan, pemerintah mengapresiasi negara-negara tersebut karena telah memperhatikan Indonesia yang tengah dilanda bencana secara berturut-turut. Seperti yang diketahui, sebelumnya gempa bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memakan banyak korban juga menyita perhatian dunia.

"Semua bantuan asing dikoordinasikan kepada Kemenlu, prioritasnya transportasi, karena penting bagi kita. Kita apresiasi yang diberikan kepada negara-negara," kata dia pada kesempatan yang sama.

Berdasar data terakhir didapat BNPB, jumlah korban jiwa per Selasa (2/10) pukul 13.00 WIB, yaitu 1.234 orang meninggal dunia. Korban luka berat sebanyak 799 orang dirawat di rumah sakit, ada 99 korban hilang, serta 152 orang tertimbun. Pengungsi saat ini berjumlah 61.867 jiwa yang tersebar di 109 titik. Gempa dan tsunami juga mengikbatkan 65.733 unit rumah rusak.

(yes/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 02/10/2018, 19:59 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 02/10/2018, 19:59 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 02/10/2018, 19:59 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 02/10/2018, 19:59 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 02/10/2018, 19:59 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 02/10/2018, 19:59 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 02/10/2018, 19:59 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up