JawaPos Radar

Lagi Asyik Cari Makanan Ikan, Hendra Malah Tewas Dibacok

02/10/2018, 19:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Penganiayaan
Korban saat dibawa ke RS Bhayangkara Palembang (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Nasib malang dialami Hendra Wijaya, 36, warga Jalan Psikologi Lautan Kedukan 1 Kelurahan 35 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Palembang. Pasalnya, saat lagi asyik mencari makanan ikan di sekitar rumahnya, Hendra justru dibacok hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan JawaPos.com, korban sempat dilarikan ke rumah sakit AK Gani. Namun, dikarenakan kehabisan darah korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Meskipun begitu, korban sempat menyebutkan nama pelaku yakni Supardi alias Ondok, 32.

Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ilir Barat II Palembang, hingga akhirnya pelaku pun berhasil ditangkap unit reskrim Polsek IB II Palembang.

Kasus Penganiayaan
Korban saat dibawa ke RS Bhayangkara Palembang (Alwi Alim/JawaPos.com)

Kanit Reskrim Polsek IB II Palembang, Ipda Hermansyah mengatakan, pihaknya berhasil menangkap pelaku setelah beberapa jam mendapatkan laporan dari keluarga korban. Untuk motifnya sendiri yaitu pelaku dendam kepada korban dikarenakan yang bersangkutan sering memalaknya sehingga pelaku pun nekat melakukan aksi tersebut.

“Saat ini kami memintai keterangan para saksi yang melihat kejadian tersebut,” katanya, Selasa (2/10).

Ipda Hermansyah menjelaskan dalam penangkapan ini pihaknya berhasil menyita satu senjata tajam jenis parang yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Pelaku sendiri dikenakan Pasal 338-340 KUHP tentang pembunuhan. “Pelaku terancam pidana penjara di atas 10 tahun,” tutupnya.

Sementara itu, Ibu Korban, Sri Kusmiati, 58, mengaku saat terpukul atas kejadian tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui pasti permasalahan yang dialami korban. Namun, sebelum kejadian korban sedang mencari makanan ikan di sekitar rumah.

“Kami dapat kabar setelah dirawat, dan kami langsung kesana. Sesampainya disana anak saya menyebutkan nama Ondok dan akhirnya meninggal dunia,” singkatnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up