JawaPos Radar

Kenalkan Tanaman Langka Melalui Motif Batik

02/10/2018, 19:36 WIB | Editor: Dida Tenola
Kenalkan Tanaman Langka Melalui Motif Batik
Batik dengan motif pohon telagasari menjadi ikon di Desa Ngijo. (Tika Hapsari/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Batik sudah ditetapkan oleh Unesco sebagai warisan budaya tak benda. Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Peringatan itu bukan hanya menjadi simbol budaya bangsa saja. 

Sehelai kain warisan budaya ini tidak hanya digunakan untuk identitas bangsa atau fashion item yang semakin beragam. Bahkan, di salah satu desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, digunakan untuk sarana mengenalkan tanaman. 

Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, memiliki batik khas. Batik ini mengusung motif pohon telagasari. Pohon telagasari adalah salah satu jenis tanaman langka. Dulunya mudah ditemukan di Ngijo, namun sekarang sudah susah. 

Salah satu workshop batik yang menampilkan motif tanaman ini adalah batik lintang. Bunga pohon ini kecil-kecil, dengan daun seperti petai Tiongkok. Buahnya juga kecil. 

Salah satu pembatik, Yuyun Afrida menjelaskan, di desa ini sengaja menampilkan motif pohon ini. Tujuannya, untuk media pembelajaran dan mengenalkan tanaman yang kini sudah mulai langka. 

Yuyun menjelaskan, masyarakat awam juga mengenal tanaman ini sebagai pohon tanjung. Tingginya seperti beringin. "Mengenalkan juga, agar masyarakat mengerti. Kalau dulu banyak di pinggir jalan mudah ditemukan. Sekarang harus ke kebun-kebun, hutan baru ketemu," katanya, Selasa (2/10).

Menurut dia, batik dengan motif bunga tanjung ini banyak diminati oleh pecinta etnik. Buktinya, Batik Lintang kebanjiran order. "Kebanyakan dari luar pulau. Cukup banyak tapi harus dipending sementara waktu, karena banyak orderan," katanya sembari menambahkan jika usaha batik ini adalah milik Ita Fitria. 

Sama halnya dengan batik dari Desa Ngijo, di Kecamatan Karangploso juga mengembangkan pola batik bermotif tanaman. Namun kali ini yang diusung adalah bunga api. 

Warnanya oranye menyala dengan bentuk menyerupai bunga Turi. Hanya saja ukurannya lebih kecil. Menurutnya, batik tidak hanya bermanfaat untuk sarana mengenalkan, edukasi dan pelestarian. Namun juga bisa menjadi sarana relaksasi. "Membatik itu jadi lebih tenang," tegas dia. 

 

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up