JawaPos Radar

Kritisi Korupsi DPRD Kota Malang Lewat Gambar Kartun

02/10/2018, 19:33 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kartun Anti Korupsi
Ratusan karya dari kartunis Indonesia berjejer rapi di lantai 1 Balai Kota Malang, Selasa (2/10). (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Thony Saut Situmorang mendatangi gedung Balai Kota Malang, Selasa (2/10). Kunjungannya kali ini bukan untuk kembali mengubek-ubek isi Balai Kota maupun Gedung DPRD, melainkan untuk melihat pameran bertajuk Kartun Antikorupsi.

Ratusan karya kartun dari 70 kartunis beberapa kota besar di Indonesia terpajang rapi di lantai 1 gedung Balai Kota Malang. Karya-karya tersebut menampilkan gambar dengan tema tindak pidana korupsi. 

Dari sekitar 200 karya yang dipajang, Saut Situmorang pun tertarik pada satu karya, yakni milik Wahyu Kokkang. Karya Wahyu tersebut menggambarkan foto rontgen tengkorak manusia bagian kepala hingga leher. Pada bagian kepalanya, terdapat gambar seekor tikus berwarna putih.

Kartun Anti Korupsi
Pameran tersebut sengaja diselengarakan untuk merespons kasus korupsi yang menjerat mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono, mantan Wali Kota Malang Moch Anton dan 41 anggota DPRD Kota Malang. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

Menariknya, pada foto tersebut juga dibumbui dengan tulisan 'Hasil Rontgen 41 Orang Anggota DPRD Kota Malang Penerima Suap'. Hal itulah yang menarik perhatian Saut. Dia menyampaikan, pameran ini termasuk dalam ranah pencegahan di dalam KPK.

"Tugas KPK meliputi bidang penindakan dan pencegahan. Pameran semacam ini masuk dalam ranah pencegahan, yakni memberikan sosialisasi terkait korupsi pada masyarakat," ujarnya saat meninjau pameran, Selasa (2/10). 

Salah satu pemrakarsa Kartun Antikorupsi, kartunis Jan Praba menyampaikan, pameran ini merupakan strategi kritik melalui kartun. "Kartunis bukan kaki tangan KPK, juga bukan musuh DPR atau pejabat pemerintah. Melalui karya, yang kami musuhi korupsi itu sendiri," terangnya.

Pameran yang digelar mulai tanggal 2-4 Oktober mendatang itu melibatkan kartunis dari Malang, Jogjakarta dan Jakarta. Pameran tersebut sengaja diselengarakan untuk merespons kasus korupsi yang menjerat mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono, mantan Wali Kota Malang Moch Anton dan 41 anggota DPRD Kota Malang.

Ketua panitia pameran, Wirastho mengungkapkan, pameran kartun antikorupsi ini diharapkan bisa membuka mata visual masyarakat Malang. Selain itu juga sebagai pemicu agar semakin banyak bermunculan kartunis asal Malang. 

"Pameran ini sekaligus menyampaikan kritik dan keprihatinan. Meskipun kami percaya para pejabat saat ini berintegritas. Pemerintah Kota Malang akan bersih, bebas korupsi dan transparan," kata dia.

Selain pameran, pada event ini pengunjung juga bisa menonton film antikorupsi, ngobrol bareng KPK, mendapat edukasi antikorupsi dan ngartun bareng.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up