JawaPos Radar

Dampak Gempa Sulteng

JK: Masyarakat Sulteng Tidak Diperkenankan Lakukan Penjarahan

02/10/2018, 19:08 WIB | Editor: Kuswandi
Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (Juneka/ Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Masyarakat yang terdampak gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah sempat melakukan penjarahan di berbagai toko makanan. Bahkan sampai dengan toko elektronik.

Saat dikonfirmasi, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan adanya penjarahan itu karena masyarakat sedang kesulitan makanan. Sehingga melakukan aksi yang dilarang itu. Namun semuanya telah ditertibkan seiring bertambahnya personel kepolisian dan TNI.

"Waktu itu kan belum banyak, sekarang sudah hampir 3.000 polisi dan ‎tentara dikirim untuk jaga keamanan dan ketertiban," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (2/10).

Adanya aksi penjarahan tersebut juga tidak diperbolehkan. Bahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sudah memberikan klarifikasinya. Pasalnya apapun yang namanya penjarahan tidak diperbolehkan.

"Enggak boleh barang apapun, dan sudah dijelaskan oleh Bapak Mendagri bahwa tidak begitu," katanya.

Oleh sebab itu masyarakat yang melakukan penjarahan itu sudah termasuk ketegori tindakan kriminal. Namun dia tidak bisa mengatakan masyarakat yang mengambil bakal diproses hukum.

"Apa bisa setidaknya dikembalikan, tidak ada gunanya juga ambil TV, monitor. Saya lihat mana yang dibonceng (TV) besar sekali," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up