JawaPos Radar

Gempa Sulteng

Perumnas Balaroa Tertimbun Lumpur, Ribuan Orang Diperkirakan Meninggal

02/10/2018, 17:49 WIB | Editor: Kuswandi
Korban Gempa Sulteng
Korban gempa bumi di Sulteng, sebelum dievakuasi oleh petugas (Sahrul Ramadan/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan setidaknya terdapat 1.747 rumah di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah tertimbun lumpur akibat gempa bumi 7,4 SR yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya pada Jumat (28/9) lalu. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, fenomena tanah yang berubah menjadi lumpur dan kehilangan kekuatan disebut likuifaksi.

Efek likuifaksi tersebut seolah-olah membuat perumahan Balaroa terkesan hanyut dan ditelan bumi. Hal itu disebabkan oleh massa dan volume lumpur yang keluar dalam jumlah besar saat gempa.

"Perumnas Balaroa terjadi pengangkatan dan penurunan. Perkiraan sementara 1.747 rumah," kata Sutopo di Graha BNPB, Jalan Raya Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (2/10).

Kendati demikian, BNPB belum bisa memastikan berapa jumlah korban jiwa yang ada di Perumnas Balaroa. Hal ini lantaran alat berat sulit menjangkau kawasan tersebut akibat daerahnya yang didominasi oleh lumpur.

Selain di Perumnas Balaroa, kondisi sama juga terjadi di Kelurahan Petobo, Palu Selatan. Dia daerah tersebut tertimbun lumpur akibat gempa kemarin.

"Kita belum tahu jumlah korban yang tertimbun oleh amblesan di Balaroa dan likuifaksi di Petobo, karena alat berat diterjunkan itu kadang berat, itu lumpur mengakibatkan alat berat ambles," pungkasnya.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up