JawaPos Radar

Kata Fadli, Ini Alasan Ratna Sarumpaet Tak Lapor Polisi Usai Dipukuli

02/10/2018, 16:28 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Fadli Zon
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Faldi Zon mengaku sudah ngobrol dengan Ratna Sarumpaet yang menjadi korban pemukulan orang tak dikenal. (Gunawan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengatakan, kejadian penganiayaan yang menimpa aktivis perempuan Ratna Sarumpaet sudah terjadi pada 21 September 2018 lalu.

Fadli mengatakan, alasan Ratna Sarumpaet tidak melaporkan ke pihak kepolisian atas penganiayaan yang didapatnya karena ia tidak ingin diekspos agar bisa lebih cepat dalam menjalani proses penyembuhan.

"Mbak Ratna tidak ingin diekspos. Dia ingin proses pemulihannya bisa cepat karena ada luka jahitan di kepala," ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10).

Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet yang dikenal sebagai aktivis perempuan yang dikenal kerap mengkritik pemerintah itu mengaku dipukuli oleh orang tak dikenal. (rmol/JawaPos.com)

Fadli juga menuturkan, Ratna Sarumpaet sebelumnya tidak pernah terpikir akan mendapat penganiayaan oleh orang tidak bertanggung jawab. Bahkan Fadli juga tidak menyangka seorang aktivis 'emak-emak' bisa mendapatkan perbuatan keji seperti itu.

"Tidak pernah menyangka dalam hidup beliau ada suatu perlakuan atau tindakan seperti itu. Bagaimanapun Mbak Ratna itu usianya sudah 70 tahun," katanya

Lebih lanjut, Fadli juga membenarkan Ratna mendapatkan penganiayaan di parkiran Bandara Husein Sastranegara‎, Bandung. Karena itu berdasarkan pengakuan dari Ratna Sarumpaet sendiri.

"Kejadiannya kurang lebih seminggu yang lalu tepatnya di Bandung di parkiran bandara," ungkapnya.

Sebelumnya, beredar sebuah foto perempuan yang wajahnya penuh dengan luka lebam. Itu dikabarkan adalah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ratna Sarumpaet.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan perempuan dengan penuh luka lebam itu adalah Ratna Sarumpaet.

Bahkan bukan hanya dirinya yang mendapat foto itu, melainkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga mendapatkannya. Seketika langsung dikonfirmasi dan Ratna membenarkannya.

Dahnil menambahkan, pengeroyokan terjadi pada 21 September 2018 di Bandung, Jawa Barat. Saat itu Ratna Sarumpaet berada di bandara di Bandung. Kemudian dia dimasukkan ke dalam mobil dan dikeroyok oleh orang yang tidak diketahuinya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up