JawaPos Radar

Dampak Gempa Sulteng

Masif Penjarahan, Kemensos Siapkan 36 Ribu Makanan Setiap Harinya

02/10/2018, 16:16 WIB | Editor: Kuswandi
Gempa Sulteng
Warga mengambil Bahan makanan disalah satu minimarket di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). Warga terpaksa mengambil bahan makanan dan minuman dari minimarket karena mereka juga membutuhkan makanan dan air bersih. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Pasca terjadinya gempa berkekuatan 7,4 siapa richter (SR) disertai gelombang tsunami di Sulawesi Tengah, masyarakat sulit mendapatkan makanan. Bahkan banyak di antara mereka melakukan penjarahan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menanggapi adanya hal ini, Kementerian Sosial mengaku telah membuat enam titik dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan para korban terdampak gempa dan tsunami.

"Enam titik dapur umum sudah beroperasi, tiap waktunya menyiapkan dua ribu bungkus makanan," kata Kepala Biro Perencanaan Kementerian Sosial Adhi Karyono, saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (2/10).

Sehingga dari enam titik dapur umum tersebut mampu menghasilkan 36 ribu bungkus makanan setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Bahkan, lanjut Karyono, itu belum cukup untuk menutupi ketubuhan warga terdampak bencana.

"Rencananya akan membentuk tiga dapur umum lagi," ujarnya.

Karyono menyebut, sejumlah gudang logistik daerah penyanggah di wilayah timur seperti Makassar, Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat telah mengirimkan bantuannya. Namun perlu penjagaan ketat untuk sampai ke lokasi tujuan.

Oleh karena itu, Karyono memastikan lancarnya proses distribusi bantuan makanan tidak ditemukan lagi isu penjarahan di wilayah terdampak gempa.

"Seiring dengan mulai lancarnya distribusi ini, Insya Allah satu dua hari ini bisa terpenuhi untuk bantuan yang tertunda," jelasnya.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up