JawaPos Radar

Ratna Sarumpaet Babak Belur Dikeroyok, Fadli Zon Malah Bilang Begini

02/10/2018, 15:54 WIB | Editor: Estu Suryowati
Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon menduga ada motif politik di balik penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet.
Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon menduga ada motif politik di balik penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon menduga ada motif politik di balik penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet. Fadli mengatakan, mengingat sosok Ratna yang vokal di tengah tahun politik, bisa saja dugaan itu benar adanya.

"Hari-hari seperti ini mana ada yang tidak terkait dengan motif politik. Iya kan?" kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10).

Fadli sendiri sudah menjenguk aktivis hak asasi manusia (HAM) itu pada Minggu (30/9). Fadli enggan berspekulasi kemungkinan terjadinya teror yang dialami Ratna sebelum aksi pengeroyokan yang diduga terjadi 21 September 2018.

Sebab, Ratna sendiri tidak menceritakan detail pengeroyokan saat dijenguk. "Saya belum tahu detail. Tapi, Mbak Ratna orang yang vokal," katanya.

Fadli menambahkan, dalam sistem demokrasi, sangat lumrah bila ada pihak-pihak yang melemparkan kritik. Oleh karena itu, Fadli menyayangkan, jika kritik yang dilemparkan Ratna dibalas dengan aksi keji.

"Eksekusi dengan tindakan fisik itu brutal dan keji menurut saya. Itu menjadi ancaman untuk demokrasi kita. Ancaman bagi pemilu damai, karena (posisi) Mbak Ratna tidak bisa dipisahkan sebagai salah satu juru kampanye Prabowo-Sandi," ucapnya.

Namun, meski mengalami kejadian tidak mengenakkan, Fadli yakin Ratna Sarumpaet akan terus berjuang untuk masyarakat. Menurutnya, penganiayaan yang membuat Ratna Sarumpaet babak belur itu tidak akan meredam hasratnya memperjuangkan keadilan.

"Mbak Ratna akan terus berjuang untuk menyatakan apa yang menurutnya benar untuk mencari keadilan," pungkasnya.

Hoax! Kabar Ratna Dikeroyok di Bandara

Sebelumnya, beredar sebuah foto perempuan yang wajahnya penuh dengan luka lebam. Perempuan dalam foto dikabarkan adalah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ratna Sarumpaet.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan perempuan dengan penuh luka lebam itu tak lain adalah Ratna Sarumpaet. Dahnil menambahkan, pengeroyokan itu terjadi pada 21 September 2018 di Bandung, Jawa Barat.

Dia mengatakan, Ratna dikeroyok di dalam mobil saat berada di bandara Bandung. Akan tetapi, informasi dari Dahnil ini dibantah oleh Humas Bandara Husein Sastranegara Bandung Mabruri dan Public Relation Manager Angkasa Pura II, Yado Yarismano.

"Hoax itu," kata Mabruri lewat pesan singkatnya kepada JawaPos.com, Selasa (2/10).

"Saya udah konfirmasi, ini hoax Mas menurut teman-teman kami di lapangan. Di semua bandara Bandung tidak ada," kata Yado dihubungi terpisah.

(gwn/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up