JawaPos Radar

Mengantuk Saat Mengemudi, Sopir Bus Agam Tungga Jaya Jadi Tersangka

02/10/2018, 15:49 WIB | Editor: Dida Tenola
Mengantuk Saat Mengemudi, Sopir Bus Agam Tungga Jaya Jadi Tersangka
ILUSTRASI: Sebuah bus pariwisata pengangkut rombongan pariwisata siswa siswi SMP 1 Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah, mengalami kecelakaan di ruas tol Pejagan - Kanci KM 236.800 arah barat, Senin (1/10). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com- Polisi menetapkan sopir bus Agam Tungga Jaya bernopol AE 7277 UP, Adi Sanjaya, 25 sebagai tersangka. Warga Desa Suratmajan, Maospati, Magetan, Jawa Timur itu dianggap bertanggungjawab atas kecelakaan bus yang merenggut  empat nyawa tersebut.

"Sudah kami tetapkan jadi tersangka sopirnya tadi. Sudah ditahan juga," ujar Kasatlantas Polres Brebes AKP M. Rikha Zulkarnaen, dihubungi JawaPos.com melalui sambungan telepon, Selasa (2/10).

Dari hasil pemeriksaan terungkap, Adi terbukti lalai saat mengemudikan kendaraannya. "Jadi dia itu ternyata mengantuk. Sehingga sesampai di lokasi tidak bisa mengendalikan laju bus dan terperosok keluar jalur tol," sambung Rikha.

Tersangka dijerat pasal 310 ayat 4 UULAJ Nomor 22 tahun 2009 tentang Laka Lantas. Dia terancam mendekam di penjara selama enam tahun. Dia juga didenda paling banyak Rp 12 juta. 

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah bus Agam Tungga Jaya bernopol AE 7277 UP mengalami kecelakaan saat melintasi ruas tol Pejagan - Kanci KM 236.800 arah barat atau di wilayah Brebes. Peristiwa nahas ini terjadi Senin (1/10) sekitar pukul 00.30 dini hari.

Bus tersebut merupakan satu dari lima bus pengangkut rombongan siswa siswi kelas VIII SMP 1 Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah, yang berniat melangsungkan kegiatan study tour di Jakarta. Di mana di dalamnya terdapat total 48 orang terdiri dari 41 siswa, 3 guru, 2 karyawan biro dan 2 kru bus.

Empat orang tewas dalam kecelakaan maut tersebut. Adapun ‎identitas mereka antara lain, Mohamad Mafhut Ahsan, 13, warga Desa Panggulana, Pulokulon, Grobogan, Rukma Sari, 13, warga Desa Jetaksari, Pulokulon, dan Akhirat Mufti Syahbana, 14, serta Fidya Kastarena, 13, yang masing-masing merupakan warga Desa Tuko, Pulokulon. Sedangkan 14 korban luka lainnya dirawat di RS Primbon, Cirebon. 

 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up