JawaPos Radar

Polda Jatim Periksa 60 Pegawai Puskesmas Karangploso

02/10/2018, 15:17 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Polsek Karangploso
LENGANG: Kondisi Polsek Karangploso, Selasa (2/10) siang. Pegawai Puskemas Karangploso dijadwalkan diperiksa hari ini. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemeriksaan kasus dugaan pemotongan gaji dan dana kapitasi di Puskemas Karangploso, Kabupaten Malang, terus bergulir. Selasa (2/10) ini, tim Ditreskrimsus Polda Jatim memeriksa 60 pegawai Puskesmas.

Pemeriksaan dilakukan di Kantor Polsek Karangploso. Namun belum jelas siapa saja yang diperiksa. Pemeriksaan dilakukan sejak pagi. Hingga menjelang sore, belum ada satupun anggota dari Polda Jatim atau pihak yang diperiksa terlihat keluar dari Polsek Karangploso.

Kapolsek Karangploso AKP Effendy menjelaskan, pemeriksaan dilakukan tim Polda Jatim. Sementara polsek hanya ketempatan saja. AKBP Latif dari Polda Jatim meminta agar Polsek Karangploso menyediakan tempat untuk pemeriksaan.

"Kami hanya ketempatan saja. Untuk prosesnya bagaimana, kami belum memahami. Yang jelas hanya meminta izin untuk melakukan pemeriksaan di polsek," kata Effendy.

Effendy mengaku tidak tahu berapa lama pastinya pemeriksaaan akan berlangsung. Tapi kemungkinan bisa berlangsung selama satu atau dua hari. Dia berharap pemeriksaan dapat segera selesai agar kasus dapat diproses dengan lebih cepat. "Kalau berapa lamanya kan tergantung dengan kemampuan penyidik untuk memeriksa. Pada intinya kami ini hanya ketempatan," tegasnya.

Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, Kholifah, warga Kota Batu diamankan aparat Polda Jatim bersama dengan beberapa barang bukti. Antara lain berupa dokumen jasa pelayanan, dan surat pertanggungjawaban dana kapitasi.

Selain itu juga diamankan telepon seluler, 57 buku tabungan Bank Jatim berikut kartu ATM, dan 31 amplop berisi uang dengan total sebesar Rp 75.620.000.

Informasi yang dihimpun, Kholifah diduga memotong dana kapitasi untuk pembayaran jasa pelayanan pegawai PNS maupun non-PNS Puskesmas Karangploso. Modusnya, Kholifah meminta pegawai membuka rekening Bank Jatim. Namun buku rekening dan ATM dibawa bendahara Puskesmas dan tidak diberikan kepada pegawai yang bersangkutan.

Namun baik Kholifah maupun Kepala Puskemas Karangploso dr Sony tidak ditahan. Usai diperiksa, mereka dipulangkan kembali. Alasannya, mereka kooperatif, tidak akan kabur, dan tidak menghilangkan barang bukti.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up