JawaPos Radar

Sakit Hati, Vicky Hajar Ketua Gengnya

02/10/2018, 14:22 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Penganiayaan
PENGANIAYAAN: Vicky saat diamankan di Polsek Sleman. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Muhammad Deva Mahardika, 16, menjadi korban penganiayaan. Korban tercatat sebagai warga Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Pelaku penganiayaan adalah Vicky Ahmad Ridwan, 18, warga Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman.

Korban dan pelaku sebenarnya memiliki hubungan pertemanan. Bahkan mereka satu geng pelajar saat sekolah. Deva sebagai ketua geng, dan Vicky merupakan salah satu anggotanya.

Kapolsek Sleman Kompol Sudarno mengatakan, peristiwa penganiayaan terjadi pada 16 September lalu. Pelaku awalnya mendatangi rumah korban. Kemudian keduanya sempat bercanda.

"Dari candaan itu berujung penganiayaan. Korban mengalami lebam di mata, telinga, dan luka di badan karena tendangan. Akibatnya korban juga kesulitan beraktifitas sehari-hari," kata Sudarno dalam konferensi pers di Mapolsek Sleman, Selasa (2/10).

Sementara itu, Vicky mengaku nekat menganiaya Deva karena sakit hati. Sebab sehari sebelumnya, korban tak datang saat acara perpisahan geng pelajar di salah satu sekolah di Kecamatan Pakem. "Korban itu ketua geng, saya anggota," akunya.

Semasa aktif di geng pelajar, korban sesukanya menyuruh-nyuruh anggota. Misanya, menyuruh untuk mendatangi sekolah-sekolah lainnya. "Suka nyuruh. Kalau nongkrong tidak kelihatan, dimarahi," ucapnya.

Namun saat perpisahan, Deva justru tidak datang. Ketika didatangi di rumahnya untuk meminta jawaban, korban tidak menggubrisnya. "Saya tanya kenapa tidak datang, tapi jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaan. Saya kesal," ujar Vicky.

Akibat tindakan penganiayaan itu, Vicky dilaporkan kepada pihak kepolisian. Ia dijerat dengan pasal 351 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up