JawaPos Radar

Takut Spekulasi Makin Liar, PSI Sarankan Ratna Lapor Polisi

02/10/2018, 14:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Takut Spekulasi Makin Liar, PSI Sarankan Ratna Lapor Polisi
Aktivis Ratna Sarumpaet usai melakukan pertemuan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/9). Ratna baru-baru ini menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal di Bandung. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Aktivis #2019GantiPresiden yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ratna Sarumpaet, babak belur. Dia diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal sepekan lalu.

Hingga kini, Ratna belum melaporkan peristiwa nahas itu ke polisi. Spekulasi pun bermunculan. Apalagi selama ini Ratna dikenal keras terhadap pemerintah.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyampaikan rasa bela sungkawa. Antoni merasa prihatin atas penganiayaan yang menimpa ibu dari aktris Atiqah Hasiholan itu.

Takut Spekulasi Makin Liar, PSI Sarankan Ratna Lapor Polisi
Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyarankan Ratna Sarumpaet segera melaporkan tindak penganiayaan yang menimpanya ke polisi. (Igman Ibrahim/JawaPos.com)

"‎Saya sangat sedih dan perihatin," ujar Antoni saat dihubungi, Senin (2/10).

Namun menurut Antoni, sebaiknya Ratna segera melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib. Hal itu guna mengantisipasi spekulasi atau tuduhan berkembang semakin liar di ruang publik.

"Takut spekulasi yang liar, saya sarankan Ibu Ratna Sarumpaet segera melapor ke polisi. Kami harap polisi segera menemukan pelaku dan motif kejadian itu," katanya.

Antoni berharap kejadian yang dialami oleh Ratna Sarumpaet ini tidak bermotif politik‎, dan murni urusan personal. "Saya berharap kejadian oleh Ratna Sarumpaet ini tidak bermotif politik," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah foto perempuan yang wajahnya penuh dengan luka lebam. Perempuan tersebut dikabarkan adalah aktivis hak asasi manusia (HAM), Ratna Sarumpaet.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan perempuan dengan penuh luka lebam itu tak lain adalah Ratna Sarumpaet. "Kemudian kita telepon Mbak Ratna. Jadi beliau dikeroyok," ujar Dahnil kepada JawaPos.com, Selasa (2/10).

Dahnil menambahkan, pengeroyokan itu terjadi pada 21 September 2018 di Bandung, Jawa Barat. Saat itu Ratna Sarumpaet berada di bandara di Bandung. Kemudian dia dimasukkan ke dalam mobil dan dikeroyok oleh orang yang tidak ia ketahuinya.

Saat ditelepon oleh Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet sangat ketakutan dan mengalami trauma hebat. Sehingga Ratna tidak berani melaporkan kejadian itu ke siapapun.

"Ternyata beliau ketakutan dan trauma. Sehingga beliau tidak melaporkannya ke siapa-siapa. Jadi, kami tidak tahu kenapa beliau trauma," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up