JawaPos Radar

PT MRT Usulkan Harga Tiket Operasional Rp 8.500 Per 10 Km

02/10/2018, 14:16 WIB | Editor: Erna Martiyanti
PT MRT Usulkan Harga Tiket Operasional Rp 8.500 Per 10 Km
PT MRT Jakarta mengusulkan tarif sebesar Rp 8.500 per 10 km. (Reyn Gloria/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - PT Mass Rapid Transit (MRT) masih mendiskusikan terkait penentuan tarif operasional yang akan diberlakukan untuk moda transportasi berbasis rel ini pada Maret 2019. Walaupun PT MRT dapat mengusulkan, namun tetap yang menentukan adalah Pemprov DKI Jakarta.

Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar menyatakan, telah mengusulkan tarif sebesar Rp 8.500 untuk setiap perjalanan 10 kilometer. Menurutnya, itu tarif minimal yang layak untuk dikeluarkan dari kantong masyarakat.

"Usulan dari kami itu Rp 8.500 per 10 km. Rata-rata Rp 8500 by distance kalau lebih pendek lebih murah. Kalau lebih panjang lebih mahal," jelas William saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (2/10).

William menyatakan perbincangan dengan Pemprov masih alot. Sebab, pihak Pemprov DKI masih dalam mempertimbangkan semua aspek teknis sedangkan dirinya tidak terlalu paham terkait hal tersebut.

"Rp 8.500 itu berdasarkan kerelaan membayar masyarakat itupun harus disubsidi jadi kalau harganya makin rendah subsidinya makin tinggi.

Dengan optimis, William menyatakan bahwa dalam jangka panjang masyarakat akan menerima harga tersebut. Atas pertimbangan pelayanan yang baik dan kerelaan untuk membayar.

"Kalau tiket harganya Rp 15 ribu kami nggak menyarankan untuk rata-rata, itu terlalu tinggi. Saran kami Rp 8.500- Rp 10.000," ujarnya.

Sebelumnya, dalam rangkaian uji coba yang telah dilakukan, William telah memastikan jika tidak ada hambatan. Maka pada Maret 2019 masyarakat bisa mencoba moda transportasi yang pertama kali ada di Indonesia ini.

William menyampaikan uji coba akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari kereta pertama yang akan memakan waktu 5 minggu. Sementara kereta ke-2 hingga ke-16 hanya akan diuji cobakan 1 minggu, jika percobaan pada kereta pertama berhasil dengan sempurna.

"Sampai ke bulan Desember terus, mulai uji coba 3 bulan sampai Maret. Pertengahan Maret kami coba untuk operasi komersial," ujar William.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up