JawaPos Radar

Antisipasi Teror, Densus 88 Diterjunkan di Pembukaan Asian Para Games

02/10/2018, 13:58 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Antisipasi Teror, Densus 88 Diterjunkan di Pembukaan Asian Para Games
Densus 88 diterjunkan saat Opening Ceremony Asian Para Games untuk antisipasi aksi terorisme. (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Aparat keamanan menjamin keberlangsungan acara pembukaan Asian Para Games 2018 pada 6 Oktober mendatang di Jakarta. Termasuk gangguan dari pihak-pihak yang ingin melakukan aksi terorisme.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan, anggota Datasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri dibantu TNI sudah disiagakan.

"Karena event ini internasional mungkin jadi perhatian kelompok tertentu untuk mengganggu. Itu kami sudah siapkan rekan-rekan Densus dengan TNI untuk operasi, untuk antisipasi aksi teror," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/10).

Kata dia, sejak peristiwa bom di Surabaya, setidaknya ada 300 lebih terduga teroris maupun simpatisannya yang ditangkap pihak Kepolisian.

Kepolisian juga sudah melakukan operasi cipta kondisi sejak awal Juli lalu. Mereka menindak sekitar 12 ribu pelaku kejahatan. Terutama kejahatan jalanan.

"Di Polda Metro dilaksanakan operasi cipta kondisi untuk semua kejahatan jalanan, itu semua sudah dilakukan penindakan," jelas mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri itu.

Lebih lanjut dia menerangkan, kurang lebih 9800 personel juga diterjunkan untuk pengamanan Asian Para Games sejak pembukaan hingga penutupan pada 13 Oktober 2018. Jumlah itu merupakan gabungan antara Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Beberapa relawan pun dilibatkan untuk membantu menyukseskan acara ini.

"Kegiatan kita ini spesial karena kegiatan saudara-saudara kita yang akan laksanakan pertandingan hingga segala sesuatunya dilakukan dengan hati dan perasaan," sebut Ari.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Sylviana Murni menambahkan, setidaknya akan ada 8.000 volunteer yang sudah dididik untuk membantu serta melayani para atlet dan official.

Sejak kemarin, atlet dan official dari 20-an negara sudah datang ke Indonesia. "Kami dapat data 1.272 yang datang mudah-mudahan ini terus bertambah," tuturnya.

Di sisi lain, terkait opening ceremony Asian Para Games, Sylvi menjamin bahwa acara itu tetap berlangsing meriah walaupun diketahui di beberapa daerah telah terjadi bencana.

"Insya Allah kami tetap sangat prihatin kepada saudara kami yang berada di Palu dan Donggala. Tentu saja ini event yang sudah direncanakan sejak lama. Kami tetap memperhatikan itu, dan tetap juga ini adalah momentum yang baik tunjukkan Indonesia ramah disabilitas," tukasnya.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up