JawaPos Radar

Pengakuan Pelajar SMPN 18 Pekanbaru

Miris! Siswi yang Sayat Tangannya Sendiri: Awalnya Perih, Tapi Puas

02/10/2018, 13:56 WIB | Editor: Dida Tenola
Miris! Siswi yang Sayat Tangannya Sendiri: Awalnya Perih, Tapi Puas
Kepala SMPN 18 Pekanbaru Lily Deswita dengan latar belakang foto lengan siswa yang disayat. (Virda Elisya/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Sebanyak 55 pelajar perempuan SMPN 18 Pekanbaru (bukan 56, seperti diberitakan sebelumnya), nekat menyayat tangannya sendiri. Alasannya bukan karena meminum minuman berenergi Torpedo, tetapi karena menonton sebuah video di media sosial (medsos).

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang siswi yang menyayat tangan sendiri. "Bukan (minum Torpedo), tapi karena nonton video di status WhatsApp teman, makanya kepengin coba juga," ujar pelajar berinisial LF saat bertemu JawaPos.com, Selasa (2/10).

LF mengaku, perbuatan nekat itu dilakukannya karena ingin mencari tempat pelampiasan semata. Sebab, dia memiliki masalah pribadi yang tak tahu harus diceritakan pada siapa. "Di rumah sering kena marah sama orang tua. Kalau cerita nggak tahu dengan siapa, nggak ada yang mau dengar," ucap gadis berusia 14 tahun ini.

LF sendiri sudah dua kali menyayat tangannya pakai jarum. Perbuatan itu dilakukan sekitar sebulan lalu. Dia melakoninya di dalam kamar sambil menonton video berdurasi sekitar 15 detik. "Dua kali di dalam kamar. Awalnya perih tapi setelah itu puas. Habis itu diobati dengan obat merah," katanya sambil menunjukkan bekas luka sayat di tangan kirinya.

Luka sayat itu tidak diketahui oleh orang tuanya. Jika berpapasan dengan ibu atau ayahnya, LF selalu menyembunyikan luka tersebut. "Ditutup jadi nggak kelihatan. Kalau di sekolah kan pakai lengan panjang," tutur pelajar kelas VIII ini.

Permasalahan yang sama juga diakui oleh NY. Gadis berusia 13 tahun tersebut mengaku nekat menyayat tangannya dengan kaca. "Masalah keluarga. Orang tua sudah meninggal sekarang tinggal sama tante," ucapnya.

NY merasa puas setelah menyayat tangannya dua kali. Sama seperi LF, NY juga melakukan perbuatan tersebut setelah menonton video yang diperankan oleh orang luar negeri tersebut. "Rasanya puas," tambahnya singkat.

Berbeda dengan dua temannya, seorang siswi lain berinisial NK mengaku menyayat tangannya pakai jarum karena ada masalah dengan teman sekolah. "Karena buku disembunyikan teman. Pas mau dikumpulkan nggak ada, jadi kena marah guru. Ya sudah ikut-ikutan sayat tangan," bebernya.

Saat ditanya JawaPos.com soal minuman Torpedo, ketiga siswa itu menjawab serentak. "Nggak ada minum (Torpedo) itu. Bukan karena itu," ucap ketiganya sembari menggelengkan kepala.

Kepala SMPN 18 Pekanbaru Lily Deswita M.Pd mengamini pernyataan para anak didiknya itu. "Mereka menyayat tangan karena ingin melampiaskan kekesalan terhadap berbagai persoalan. Jadi bukan karena mengonsumsi minuman Torpedo itu," ungkapnya.

Dari pengakuan para muridnya, video itu memang sedang viral di kalangan pelajar SMP di Kota Pekanbaru. "Saya tanya sama mereka, ternyata kawan dia dari SMP lain juga ada. Bukan hanya SMP ini aja, ternyata video ini sudah viral sebulan belakangan," kata Lily.

Berkaitan dengan minuman Torpedo ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNN. Ia juga sudah mengetahui kalau hasil uji laboratorium terhadap Torpedo ini negatif zat Benzo. "Iya kemarin dikasih tahu hasilnya negatif. Tapi kami sudah larang kantin buat jualan itu," tuturnya.

Selain dengan BNN, permasalahan ini juga sudah dibicarakan dengan orang tua para siswa. "Sudah kami panggil dan kami bahas juga. Intinya kami meminta agar orang tua tidak memberikan smartphone kepada mereka dan lebih melakukan pengawasan kepada anak-anaknya," pungkasnya.

(ce1/ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up