JawaPos Radar

Ayu Dyah Pasha: Anak Muda Bantu Sebarkan Cinta Batik

02/10/2018, 13:42 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
hari batik nasional, Ayu Dyah Pasha,
Ayu Dyah Pasha puji semangat anak muda yang bangga pakai batik ke tempat kerja hingga hangout. (instagram @ayu.dyah.pasha)
Share this image

JawaPos.com - Penerimaan batik oleh masyarakat khususnya kaum muda makin terasa baik. Ini bisa dilihat dari penggunaan batik yang berubah menjadi tren fashion terbaru. Tidak hanya busana, tapi sentuhan batik juga terlihat dalam topi, tas hingga sepatu.

Menurut Ayu Dyah Pasha sebagai Founder dan Ketua Umum dari Ikatan Pencinta Batik Nusantara, anak muda yang memakai batik ke tempat kerja atau kuliah secara tidak sadar ikut membangkitkan kecintaan orang-orang sekitar. Orang yang tadinya tidak peduli menjadi lebih ingin tahu tentang batik.

"Iya misal ketika anak tersebut memakai batik, otomatis teman-teman akan menanyakan motif apa, kain apa, batik mana," ujar Ayu Dyah Pasha saat dihubungi JawaPos.com melalui telepon, Selasa (2/10).

Dengan kata lain, aksi nyata anak muda mengenakan batik secara langsung ikut melestarikan warisan budaya Indonesia tersebut. Saat ini, Ayu Dyah Pasha pun saat ini terlibat dalam proses karantina finalis pemilihan Ikatan Putra-putri Batik Nusantara dari tanggal 30 September hingga 7 Oktober 2018.

Terdapat 28 finalis yang siap menunjukkan bakatnya di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia tanggal 3 Oktober. Puncak final pun diselenggarakan pada 6 Oktober.

Acara Pemilihan Putra-putri Batik Nusantara sudah diselenggarakan ke delapan kalinya. Anak-anak muda yang sudah berhasil masuk menjadi finalis telah melalui proses seleksi di berbagai Provinsi di Indonesia.

Tak hanya sekedar kompetisi, selama karantina lewat pemilihan Putra Putri Batik Nusantara mengajarkan anak muda untuk mengenal lebih dekat lagi tentang filosofi batik, sejarah batik, revitalisasi batik, belajar membatik, pengetahuan batik bengkulu, public speaking, dan entrepreneurship.

Tak heran para pemenang Pemilihan Putra-putri Batik Nusantara sebelumnya sudah berwirausaha batik, mengajarkan batik di berbagai negara seperti di Paris, Shanghai, Madrid, dan London, mereka juga mengajarkan, memperkenalkan batik ke sekolah-sekolah, dan menyelenggarakan Gebyar Batik Muda Nusantara.

Pada penyelenggaraan Ikatan Putra-putri Batik Nusantara 2018 kali ini mengangkat tema Batik Bengkulu. "Supaya orang-orang tidak hanya tahu batik jawa saja tetapi kita juga punya Batik Bengkulu yang motifnya seperti huruf arabik dan raflesia arnoldi sebagai kekayaan di Bengkulu," ujarnya. Batik Bengkulu yang diangkat seperti batik besurek, batik kaganga, dan batik raflesia.

Harapannya melalui acara ini anak muda semakin sadar bahwa batik tidak hanya sekedar kain tetapi juga pemersatu bangsa.

(Inr/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up