JawaPos Radar

5 Desainer Ini Konsisten Wujudkan Karya Indah Lewat Batik

02/10/2018, 13:06 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
hari batik nasional, desainer indonesia,
Koleksi batik Adjie Notonegoro. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Batik dan fashion telah menjadi perpaduan yang unik. Saat ini busana batik bukan hanya terpaku untuk acara formal. Tapi anak muda mulai bangga mengenakan busana batik ketika hang out.

Batik tercatatsecara resmi oleh UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation)  sebagai 'World Cultural Heritage Site'. Di Hari Batik Nasional, JawaPos.com mengumpulkan beberapa desainer yang mampu menelurkan karya hebat lewat batik. Kelima desainer ini dikenal selalu konsisten menyulap kain batik menjadi koleksi indah. Di antaranya,

1. Poppy Dharsono

hari batik nasional, desainer indonesia,
Koleksi batik Danar Hadi. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Desainer legendaris Poppy Dharsono sudah lebih dri 40 tahun membuat tanah air bangga atas karyanya. Sejak awal, Poppy selalu konsisten menggarap kain tradisional. Dia selalu mencintai kain batik, tenun dan lurik. Baru-baru ini Poppy juga menghadirkan sebanyak 99 rancangan yang elok perpaduan batik, tenun, dan lurik dalam 40 tahun perjalanannya. Sebuah karya yang menginterpretasi budaya bangsa.

Jika desainer bibit baru mulai menggunakan kain tradisional akhir-akhir ini, Poppy bahkan sudah memulainya sejak 40 tahun lalu. Menurut Poppy kekayaan budaya adalah akar sebuah bangsa yang tak boleh tercabut akan perkembangan zaman. Poppy menjelaskan Indonesia mampu bersaing karena unik dan berbeda. Caranya dengan menampilkan kekayaan budaya kain nusantara yang dimiliki bangsa ini.

2. Danar Hadi

Siapa tak kenal Danar Hadi dan Rumah Batiknya. Usaha batik yang dirintis oleh H. Santosa pada 1967 ini telah diekspor ke berbagai negara. Bahkan, di Solo ada Museum Batik Danar Hadi untuk mengenang batik-batik kuno yang menjadi inspirasi Rumah Batik Danar Hadi.

Dalam ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2017 lalu, koleksi Danar Hadi yang ditampiljan adalah motif batik Jalinan Jlamprang. Motif terbaru ini tampil dengan konsep etnik kontemporer, perpaduan antara motif jlamprang dan garis yang sangat harmonis menjadi tren batik tahun ini.

3. Adji Notonegoro

Siapa tak kenal desainer fashion senior kebanggaan Indonesia, Adji Notonegoro. Karya batiknya tetap eksis di hati para penggemarnya. Dalam fashion show tunggal terbatas tahun lalu, karya Adji bertajuk ‘Batik Prada Nusantara’ dipamerkan.

Adji mempersembahkan koleksi gaya hidup elegan yang ditawarkan bagi pelanggannya. Bagi Adji, batik merupakan wastra nusantara yang sudah mendapatkan pengakuan dunia sebagai warisan budaya tak benda. Sehingga dua begitu cinta terhadap batik yang dituangkan dalam desain-desain busana yang hanya berfokus pada batik saja.

Baginya, Indonesia begitu lekat dengan berbagai macam kain Batik yang merupakan salah satu ciri khas budaya. Warisan kain tradisi sarat makna filosofis dari negeri kepulauan nyiur melambai. Tanah yang kaya raya dengan keharuman rempah-rempahnya yang diminati dunia sejak dahulu, memiliki berbagai ragam jenis dan corak motifnya.

Menurutnya kain nusantara pun bukan sekadar tekstil tradisional namun memiliki perjalanan panjang dari suatu peradaban sebuah bangsa, negeri kepulauan yang memiliki beragam etnis.

4. Barli Asmara

Desainer muda dan berbakat yang satu ini juga seringkali menggunakan batij dalam sentuhan koleksinya. Bagi Barli, batik dan songket merupakan warisan kebanggaan budaya bangsa yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Salah satu caranya dengan memberi pendidikan dan pengetahuan tentang batik dan songket kepada generasi muda.

Barli sudah mengeluarkan koleksi batik dan songket bermotif Jambi dari perajin binaanya. Barli sebagai Duta Jambi 2017 juga melakuka pembinaan, workshop, dan sosialisasi untuk pengembangan motif dan warna dari kain batik dan songket Jambi. Barli mempersiapkannya dalam waktu 10 bulan.

Dengan tema Kain Negeriku Jambi, Barli menggunakan siluet berpotongan elegan, klasik, glamor, gaun malam, potongan A-Line, potongan mermaid, dan beberapa menggunakan layar atau buntut. Barli memiliki delapan motif di antaranya motif batanghari, daun karet, durian pecah, sawit, tampu manggis dari museum Jambi, rotan, bunga sepatu, dan kelupaku.

5. Lily Mariasari Pemilik Label ELEMWE

Lily selalu fokus dan konsisten dalam koleksi batik Betawi. Menurutnya masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa Betawi punya batik dengan warna dan motif yang menarik. Baru-baru ini dia juga mengembangkan batik pesisir

Batik pesisir menceritakan kehidupan apa yang terjadi di pesisir Jakarta. Baik dari sisi seni budaya, flora dan fauna. Lily membuat batik Betawi menjadi lebih teduh dari segi warna dan menarik dari segi motif. Seperti ondel-ondel, tugu Monas, salak, kerak telor, dan lainnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up