JawaPos Radar

Penjarahan BBM di SPBU Palu dan Donggala, Pertamina Beri Klarifikasi

02/10/2018, 12:41 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Penjarahan BBM di SPBU Palu dan Donggala, Pertamina Beri Klarifikasi
masyarakat membutuhkan BBM namun distribusi masih terkendala. Di sisi lain, SPBU milik Pertamina beserta tangkinya juga ikut mengalami kerusakan. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Gempa dan Tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu masih menyisakan duka. Sejumlah fasilitas dan akses rusak oleh alam. Hal itu membuat distribusi bantuan sulit dilakukan. 

Sejak kejadian tersebut, muncul laporan yang menyebutkan terjadi penjarahan dimana-mana oleh korban gempa dan tsunami. Salah satu nama yang muncul adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) yang berada di kawasan tersebut. 

Disebutkan juga jika masyarakat yang menguasai SPBU kemudian menjual kembali BBM tersebut sebesar Rp 250 ribu per 5 liter. 

Menanggapi hal itu, Pertamina buka suara. Mereka menyebut kejadian tersebut terjadi beberapa waktu lalu pasca gempa dan tsunami. 

Kejadian itu terjadi lantaran masyarakat membutuhkan BBM namun distribusi masih terkendala. Di sisi lain, SPBU milik Pertamina beserta tangkinya juga ikut mengalami kerusakan.

"Terjadi pada waktu itu ada yang rusak kemudian di dalam SPBU (masih) ada BBM," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (2/10).

Terkait BBM yang dijual kembali oleh masyarakat, Adiatma belum mendapat laporan dari pihak manapun.

Meski demikian, dia menegaskan jika saat ini SPBU tengah dilakukan pengawasan oleh aparat keamanan. Pihaknya juga berjanji jika perseroan akan terus menyediakan BBM untuk masyarakat.

"Jadi gini, itu yang terjadi beberapa hari lalu. Sekarang sudah di kawal. Kalau dijual lagi saya belum dapat laporan. Kita selalu berusaha memenuhi (kebutuhan BBM masyarakat)," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up