JawaPos Radar

Korsel dan Korut Siap Singkirkan 800 Ribu Ranjau Darat

02/10/2018, 16:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
korut, korsel, ranjau darat,
Kim Jong Un dan Moon Jae In saat bertemu bulan lalu di Pyongyang (The Guardian)
Share this image

JawaPos.com - Pasukan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) mulai memindahkan lebih dari 800.000 ranjau darat yang terkubur di sepanjang perbatasan keduanya. Keduanya menyingkirkan semua ranjau darat di Kawasan Keamanan Bersama (JSA) di Panmunjom selama 20 hari kedepan.

Langkah ini disetujui ketika kedua pemimpin Korea, Kim Jong Un dan Moon Jae In saat bertemu bulan lalu di Pyongyang. Ketika pekerjaan selesai, pos penjaga dan senjata juga akan disingkirkan.

Selanjutnya, keduanya hanya akan meninggalkan pasukan tidak bersenjata yang ditempatkan di daerah itu sebagai bagian dari langkah-langkah untuk meredam ketegangan di sepanjang perbatasan.

korut, korsel, ranjau darat,
Pasukan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) mulai memindahkan lebih dari 800.000 ranjau darat yang terkubur di sepanjang perbatasan keduanya. Keduanya menyingkirkan semua ranjau darat (Reuters)

Pada April, Korsel mengatakan telah menghentikan siaran propaganda melalui pengeras suara di sepanjang perbatasan untuk meredakan ketegangan militer antara kedua Korea. Sekarang pengeras suara mulai diturunkan.

Zona Demiliterisasi (DMZ) memiliki panjang 250 km dan lebar 4 km yang membentang di Semenanjung Korea. Saat ini dibentengi dengan kawat berduri, deretan kamera pengintai dan pagar listrik. Petak-petak lahan kosong dikotori dengan batu-batu besar dan ranjau darat anti-personil.

DMZ djaga ketat oleh puluhan ribu pasukan di kedua sisi, sehingga hampir mustahil untuk berjalan menyeberang. Pada November tahun lalu, seorang tentara Korut ditembak dan terluka oleh militernya sendiri ketika ia menyeberang ke sisi Korea Selatan dari JSA di Panmunjom.

Hubungan antara Korut dan Korsel yang secara teknis masih berperang meski akhir Perang Korea pada tahun 1953, telah meningkat secara nyata dalam beberapa bulan terakhir. Awal bulan ini, para pemimpin kedua negara bertemu di Pyongyang untuk melakukan pembicaraan yang berpusat pada negosiasi denuklirisasi.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up