JawaPos Radar

Penasihat Trump Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual

02/10/2018, 14:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
trump, pelecehan seksual, Brett Kavanaugh
Seorang penasihat Presiden Donald Trump, Kellyanne Conway mengatakan, ia pernah menjadi korban pelecehan seksual. Ia juga menyampaikan bahwa hal yang merupakan salah satu mimpi buruk bagi kaum perempuan seharusnya lebih didengarkan lagi (BBC)
Share this image

JawaPos.com – Seorang penasihat Presiden Donald Trump, Kellyanne Conway  mengatakan, ia pernah menjadi korban pelecehan seksual. Ia juga menyampaikan bahwa hal yang merupakan salah satu mimpi buruk bagi kaum perempuan seharusnya lebih didengarkan lagi.

Dalam kesempatan pada Minggu, (30/09), Conway menyampaikan rasa empatinya terhadap kaum perempuan yang pernah merasakan buruknya tindak pelecehan seksual. Ia mengatakan hal demikian kepada CNN dalam bentuk pembelaan kepada pencalonan Mahkamah Agung, Brett Kavanaugh.

Dilansir dari Channel News Asia, Brett Kavanaugh dituduh telah melakukan tindak pelecehan seksuan terhadap dua orang wanita pada masa lalunya. Tak hanya dengan dua wanita tersebut, ia juga dituduh telah melakukan satu serangan seksual terhadap seorang wanita.

trump, pelecehan seksual, Brett Kavanaugh
Brett Kavanaugh dituduh telah melakukan tindak pelecehan seksuan terhadap dua orang wanita pada masa lalunya (Jawapos)

Dalam kesempatan itu ia juga dengan berani dan tidak malu untuk mengatakan, ia merupakan salah satu korban dari pelecehan seksual. Namun Gedung Putih masih belum mau mengonfirmasi mengenai pernyataan Conway saat dicoba untuk dihubungi oleh media.

Tuduhan yang ditujukan kepada Kavanaugh itu telah membuat keonaran dalam proses pencalonan pengadilan. Bahkan tuduhan tersebut juga turut mengganggu Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akhirnya memerintahkan FBI untuk memeriksa wanita-wanita tersebut setelah banyak mendapatkan saran dari beberapa pihak untuk dilakukan proses penyelidikan.

Christine Blasey Ford, salah satu yang menyebut dirinya korban Kavanaugh telah memberikan kesaksian di hadapan Senat pada Kamis. Ia mengatakan, Kavanaugh melakukan penyerangan ketika keduanya masih berada di sekolah menengah. Namun pernyataan tersebut dibantah secara tegas oleh pihak Kavanaugh.

“ini bukan gerakan Me Too. Ini politik,” kata Conway kepada CNN setelah ia memberikan saran bahwa kemarahan korban tidak seharusnya menjadikan pihak yang mengatakan bahwa dirinya korban dari Kavanaugh.
 

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up