JawaPos Radar

Tokoh Radikal Iran Hampir Bom Jamaah Haji pada 1986

02/10/2018, 12:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
rokoh radikal, iran, haji,
Bukti baru muncul kalau Iran hampir meledakkan bom selama ziarah Haji tahun 1986, menggunakan bahan peledak ditanam di bagasi jamaah yang tidak mengetahui perihal niat jahat tersebut sebelum mereka terbang ke Arab Saudi. Dilansir dari Arab News pada Senin (The Jerusalem Post)
Share this image

JawaPos.com - Bukti baru muncul kalau Iran hampir meledakkan bom selama ziarah haji tahun 1986, menggunakan bahan peledak ditanam di bagasi para calon jamaah haji yang tidak tahu niat jahat tersebut sebelum mereka terbang ke Arab Saudi. Dilansir dari Arab News pada Senin (1/10), calon jamaah haji terdiri dari sekitar 100 pria dan perempuan lansia dari Iran itu tidak menyadari bahwa tas mereka berisi bom.

Peledak bisa terdeteksi dan diamankan oleh otoritas Saudi selama proses penyaringan, kemudian kembali ke pengunjung untuk melanjutkan ziarah mereka tanpa hambatan. Bukti baru tersebut telah terungkap dalam sebuah wawancara di TV Iran dengan Mullah Ahmed Montazeri, seorang ulama terkemuka.

Dia mengungkapkan bahwa bahan peledak itu ditanam oleh Mehdi Hashemi, seorang radikal Iran dan seorang tokoh senior di Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), atas instruksi Ayatollah Ali Khamenei, pada saat itu yang menjabat sebagai ketua Dewan Tinggi the High Council of Revolution Culture Affairs dari IRGC, yang menjadi Pemimpin Tertinggi negara itu pada tahun 1989.

rokoh radikal, iran, haji,
Pengawal Revolusioner membuat kesalahan yang tidak dapat diterima selama haji dan menggunakan tas 100 calon jamaah haji Iran, termasuk pria dan perempuan tua, tanpa sepengetahuan mereka (Arab News)

Hashemi telah menjadi kepala unit gerakan pembebasan dari IRGC pada tahun 1983, dan atas perintah Ali Khamenei, pengiriman bahan peledak itu dikemas ke dalam tas para jamaah pada 1986.

Dia mengatakan, almarhum Ayatollah Hussein Ali Montazeri, teolog Iran dan salah satu pemimpin revolusi 1979, telah mengungkapkan rencana itu dalam sebuah surat kepada pemimpin tertinggi pertama, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Dia menulis, 'Pengawal Revolusioner membuat kesalahan yang tidak dapat diterima selama haji dan menggunakan tas 100 calon jamaah haji Iran, termasuk pria dan perempuan tua, tanpa sepengetahuan mereka. Mereka kehilangan martabat Iran dan revolusi Iran di mata Arab Saudi dan selama musim Haji.'

Kepala Institut Internasional untuk Studi Iran Mohammed Al Sulami mengatakan, bukti-bukti baru menunjukkan bahwa campur tangan regional Iran yang jahat kembali lebih dari 30 tahun. "Penyelidikan Saudi pada waktu itu tidak diragukan lagi menunjukkan bahwa pemilik tas tua itu tidak tahu tentang tuduhan ledakan, jadi mereka diizinkan untuk melakukan haji tanpa pemeriksaan,” katanya.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up