JawaPos Radar

Siklon Kong Rey Tingkatkan Gelombang Laut di Kepri

02/10/2018, 09:45 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Gelombang Laut
ILUSTRASI: Siklon tropis Kong Rey sebabkan peningkatan gelombang laut di Kepri. (Bobi Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisa hadirnya siklon tropis Kong Rey di bagian Timur Indonesia. Siklon tropis Kong Rey diperkirakan bergerak menjauh dari wilayah Indonesia, tepatnya di Samudera Pasifik di sebelah Utara Papua.

Siklon berkekuatan 195 km/Jam itu memicu peningkatan gelombang di beberapa wilayah Indonesia. Termasuk wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri). Ada beberapa wilayah yang akan mengalami peningkatan gelombang laut pada Selasa (2/10) ini.

Di antaranya Perairan Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas, Kabupaten Natuna, dan Laut Natuna. Adapun peningkatan gelombang lautnya mencapai 1,25 meter.

Normalnya, tinggi gelombang di wilayah Kepri hanya mencapai satu meter. Itu terjadi di kawasan Kabupaten Natuna dan Anambas. Sementara di kabupaten/kota lainnya, tinggi gelombang diperkirakan kurang dari satu meter.

Sementara untuk wilayah perairan lainnya, perubahan tinggi gelombang antara 1,25-2,50 meter. Seperti Perairan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Raja Ampat, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Perairan Sarmi di Jayapura, Samudra Pasifik utara Halmahera, hingga Papua.

"Badai ini bergerak menjauh dengan kecepatan 9 knot. Namun tetap berpengaruh pada peningkatan tinggi gelombang," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Klas 1 Hang Nadim Batam Nizam Mawardi dalam keterangannya.

Kemudian untuk kondisi cuaca, secara umum diprediksi cerah berawan hingga berawan. Serta berpotensi terjadi hujan lokal dengan intensitas ringan-sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi ini disebabkan adanya pola belokan angin di dekat wilayah Kepri. Sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif. Namun kelembapan udara yang cukup rendah menyebabkan awan yang terbentuk menjadi lebih sedikit.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up