JawaPos Radar

Begini Nasib Jalan Trans Sulawesi Pasca Gempa dan Tsunami

02/10/2018, 09:32 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Begini Nasib Jalan Trans Sulawesi Pasca Gempa dan Tsunami
Kondisi ruas jalan di Palu akibat gempa dan tsunami (Dok ACT/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Melalui kunjungan hari ke-2 di Kota Palu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pemeriksaan kondisi lapangan. Memastikan empat fokus strategi tanggap darurat dilaksanakan semestinya.

Lokasi yang dikunjungi di antaranya penyediaan hidran umum untuk air bersih warga di taman kota Watulemo, sekitar bandara, posko pengungsian dan ruas-ruas jalan Kota Palu. 

Menteri Basuki mengatakan jalan trans Sulawesi sebagai akses utama menuju Kota Palu dari berbagai kota sekitar seperti Parigi, Poso dan Makasar bisa dilalui kendaraan. Ketersediaan akses jalan sangat penting bagi pengiriman bantuan korban gempa bumi di Sulawesi Tengah terutama di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. 

Salah satu ruas krusial yakni Kota Palu – Kabupaten Parigi yang menjadi jalur utama dari utara Sulawesi menuju Palu dimana terdapat daerah daerah dataran tinggi yang rawan longsor yakni di Kebon Kopi.     

Penanganan ruas jalan ini telah dilakukan secara bertahap dimana pada tahun 2017 ada 4 paket pekerjaan multiyears dengan nilai Rp 330 miliar. Penanganan dilakukan sepanjang 48 Km oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIV, Ditjen Bina Marga. 

"Saat ini kita di Kebun Kopi yang berada di ruas jalan antara Kota Palu dan Kabupaten Parigi, penghubung lintas Timur dan Barat. Jalan di kawasan Kebun Kopi sejak lama merupakan rawan longsor.  Kita lakukan perbaikan secara ofensif," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada hari kedua kunjungannya di Kota Palu, Senin, (1/10).

Penanganan yang dilakukan berupa penanganan geometrik sehingga lebih landai, serta manajemen drainase lereng sehingga air turun tidak membebani lereng, penggunaan geogrid untuk menahan jatuhnya batuan, kemudian geomed berupa media tanam untuk mengontrol erosi dan sebagai media tumbuh tanaman.

Sebelumnya, tambahan alat berat juga telah dikirim Kementerian PUPR pada Minggu, 30 September 2018 sebanyak 4 unit excavator, 6 unit loader, 7 unit dump truck dan 1 unit grader. Pada (1/10) alat berat Kementerian PUPR ditambah yakni 3 excavator dan 5 dumptruck. Lokasi kerja alat berat berada di Petobo, Balaroa dan di pusat kota Palu lainnya.

Turut mendampingi Menteri Basuki yakni Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin, Direktur Preservasi Atyanto Busono, Kepala BPJN XIV Satriyo Utomo, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up