JawaPos Radar

Reklamasi Empat Pulau Dilanjutkan, Nelayan: Kami Butuh Perlindungan

02/10/2018, 09:45 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Reklamasi Empat Pulau Dilanjutkan, Nelayan: Kami Butuh Perlindungan
Nelayan Teluk Jakarta minta perlindungan pemerintah terkait dilanjutkannya pembangunan empat pulau reklamasi. (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pembangunan pulau buatan atau reklamasi di Teluk Jakarta menuai polemik berkepanjangan di kalangan publik. Dilansir dari wikipedia.org, terdapat empat fakta dampak negatif dari proyek reklamasi yang akan terjadi di Teluk Jakarta.

Pertama adalah, peninggian muka air laut. Karena area yang sebelumnya berfungsi sebagai kolam, berubah menjadi daratan. Kedua, akibat peninggian air laut, daerah pantai lainnya rawan banjir. Air asin laut yang naik kedaratan akan membuat banyak tanaman yang mati.

Ketiga, air hujan yang semestinya cepat sampai kelaut, tertahan oleh daratan reklamasi, sehingga akan terjadi banjir di kawasan pantai. Terakhir, rusaknya tempat hidup hewan dan tumbuhan pantai, sehingga keseimbangan alam menjadi terganggu.

Hal tersebut menyatakan, dampak dari reklamasi bisa berkibat fatal untuk kelangsungan hidup biota laut maupun warga yang sengaja mencari sumber penghasilan dan pangan di sekitar Teluk Jakarta.

Dampak negatif itu dirasakan langsung oleh seorang nelayan, Rudin, 31. Menurutnya sebelum adanya reklamasi dirinya bisa mengumpulkan hasil tangkapan ikan 4 sampai 5 ton sehari.

"Karena laut itu harusnya nggak ada batas, soalnya ikan yang seharusnya ada di kawasan itu, mereka tidak jadi kesitu, tangkapan jadi susah. Sebelum ada Pulau itu dulu bisa 4 sampai 5 ton perharinya. Nah kalau sekarang, 5 kwintal saja sudah hebat," ujar Rudin saat ditemui JawaPos.com Senin (1/10).

Rudin menambahkan hal itu tidak hanya terjadi pada dirinya. Melainkan nelayan kapal kecil justru yang akan sengsara karena habitat dari tangkapannya seperti rajungan, kerang, dan udang menjadi tergeser. Sehingga mereka tak bisa mencari penghasilan di kawasan itu lagi.

"Bukan hanya saya, nelayan kecil pengumpul rajungan, kerang, dan udang akan sengsara. Pastinya mereka akan sulit mencari penghasilan di situ. Pendapatannya sangat berkurang, karena modal dengan pendapatan mereka sangat tidak sebanding," imbuh Rudin.

Dalam hal ini, Rudin berharap agar pemerintah lebih memperhatikan rakyat kecil khususnya kelangsungan hidup para nelayan di pesisir Teluk Jakarta. Dia meminta perlindungan dari rusaknya tempat hidup hewan dan tumbuhan pantai karena dampak dari reklamasi empat pulau yang pembangunannya dilanjutkan.

"Jadi pengaruhnya akan lebih besar ke kita, seharusnya pemerintah itu lebih memperhatikan hal seperti ini. Kami rakyat kecil, kami juga butuh perlindungan dari pemerintah dari rusaknya keseimbangan alam ini," tutup Rudin.

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up