JawaPos Radar

Derita Nelayan Akibat Reklamasi di Teluk Jakarta

02/10/2018, 09:01 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Derita Nelayan Akibat Reklamasi di Teluk Jakarta
Ilustrasi: Dampak reklamasi terhadap nelayan di Teluk Jakarta. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, belum lama ini mencabut izin prinsip 13 pulau reklamasi. Namun orang nomor satu di ibu kota itu, masih menyisakan empat pulau reklamasi yang sudah terlanjur dibangun.Kebijakan itu dirasa akan menimbulkan dampak buruk bagi nelayan di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.

Seperti yang disampaikan seorang Nelayan Ikan Teri di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Sugiri, 58. Dia mengaku harus menambahkan biaya bahan bakar akibat adanya reklamasi. Dikarenakan kapal tradisional miliknya harus berputar arah untuk keluar dari kawasan Muara Angke.

"Biasanya saya cari ikan itu pakai solar cuma lima liter sehari, semenjak adanya reklamasi pulau itu, saya harus berputar agak jauh dan alhasil bahan bakar bertambah menjadi sekitar 8 liter solar perharinya," tutur Sugiri pada JawaPos.com, Senin (1/10).

Tidak hanya itu, Sugiri juga mengatakan akibat adanya pulau buatan itu hasil tangkapan ikannya jadi berkurang. Sebab menurutnya air laut di sekitar pulau berkurang dan ikan yang seharusnya sudah terjaring olehnya tidak lagi berada diperairan tersebut.

"Biasanya saya dapat hasil tangkapan ikan itu bisa mencapai 1 ton seharinya, sekarang ikan jadi susah sejak ada reklamasi," jelas Sugiri.

Dalam hal itu, Sugiri yang merantau dari daerah Brebes, Jawa Tengah hanya bisa pasrah. Karena dia beranggapan hanyalah orang kecil, yang hanya bisa mengikuti peraturan dan keputusan pemerintah.

"Sebenarnya saya sangat tidak setuju pembangunan reklamasi itu dilanjutkan, tapi saya kan cuma orang kecil. Ya mau gimana lagi, paling hanya pasrah saja. Ikuti aturan pemerintah," tutup pria paruh baya itu.

Sebelumnya diberitakan Anies mencabut izin pembangunan 13 pulau buatan atau reklamasi yaitu, Pulau A, B, dan E (PT. Kapuk Naga Indah), Pulau I, J, dan K (PT. Pembangunan Jaya Ancol), Pulau M (PT. Manggala Krida Yudha), Pulau O dan F (PT. Jakarta Propertindo), Pulau P dan Q (KEK Marunda Jakarta), Pulau H (PT. Taman Harapan Indah), dan Pulau I (PT. Jaladri Kartika Pakci).

Sementara karena sudah terlanjur dibangun, ada empat pulau reklamasi yang tetap dilanjutkan pembangunannya. Keempat pulau reklamasi itu yakni Pulau C dan D (PT. Kapuk Naga Indah), Pulau N (PT. Pelindo II), dan Pulau G (PT. Muara Wisesa Samudra).

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up