JawaPos Radar

Satu Bulan Uji Coba ETLE, Belum Ada Penindakan

02/10/2018, 08:39 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Satu Bulan Uji Coba ETLE, Belum Ada Penindakan
Kendaraan mewah terekam CCTV ETLE saat melanggar lalu lintas. (Dok. TMC Polda Metro Jaya)
Share this image

JawaPos.com - Uji coba penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau penindakan pelanggaran lalu lintas elektronik resmi beroperasi per 1 Oktober kemarin. Ditlantas Polda Metro Jaya baru mengoperasikan dua kamera CCTV yang terpasang di ruas jalan Thamrin dan Sudirman untuk memantau.

Kendati demikian, Ditlantas PMJ belum akan menindak kepada pelanggar lalu lintas. Sebab, uji coba ETLE masih menguji tingkat akurasi pemantauan kamera terhadap aktivitas lalu lintas di dua jalan protokol ibu kota tersebut.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan uji coba ETLE dilakukan selama 30 hari. Pihaknya masih memantapkan sistem penindakan pelanggaran lalu lintas melalui pusat Traffic Management Centre (TMC).

Satu Bulan Uji Coba ETLE, Belum Ada Penindakan
Infografis E-Tilang ()

"Uji coba ini baru dua kamera, semuanya masih proses. Beberapa sudah diketahui ada yang melanggar, tapi belum bisa menindak. Kami tunggu sampai 30 hari untuk sosialisasi," ujarnya kepada awak media di Kantor TMC Ditlantas PMJ, Senin (1/10).

Rambu ETLE Belum Terpasang

Sayangnya uji coba ETLE ini belum didukung oleh rambu-rambu. Pemasangan rambu merupakan kewenangan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Wijatmoko mengatakan, rambu untuk e-Tilang memang belum terpasang di jalur uji coba.

Dalam persiapannya, Sigit mengaku belum menyediakan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) yang menandai kawasan penerapan sistem e-Tilang. Sigit menyatakan rambu baru akan dipasang sore ini (Senin, 1 Oktober kemarin).

"Kami dimintai bantuan untuk siapkan rambu petunjuk RPPJ yang menyatakan bahwa di situ adalah kawasan penegakan hukum secara elektronik. Ini lagi produksi mudah-mudahan sore selesai dan bisa dipasang,” terangnya.

Sementara waktu, Sigit akan menyediakan Variable Message Sign (VMS) fungsinya memberikan pemberitahuan kawasan penindakan e-Tilang. Lokasi yang menjadi kawasan uji coba e-Tilang adalah perempatan Sarinah dan persimpangan Patung Kuda.

Pelangaran Didominasi Mobil Mewah

Dalam uji coba ETLE yang dilakukan, Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan banyak pengendara melanggar aturan berlalu lintas. Pelanggaran tersebut terekam CCTV yang di dua jalur protokol Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman.

Dirlantas PMJ, Kombes Pol Yusuf menunjukkan beberapa contoh tangkapan gambar
pelanggaran yang terjadi pada Minggu, (30/9) hingga Senin (1/10) dini hari. Pengoperasian awal ETLE di ruas jalan protokol tersebut menunjukkan banyak pengemudi melanggar lalu lintas.

"Ini hasil tangkapan layar tadi malam. Tidak sedikit kendaraan terekam CCTV yang melanggar lalu lintas," ujarnya di gedung Traffic Management Center (TMC) Polda Metro, Senin (1/10).

Yusuf tidak menyebutkan secara rinci jumlah pengendara yang melanggar lalu lintas saat terekam CCTV. Namun ia memastikan, data tersebut menjadi satu alasan ETLE harus diterapkan di Jakarta.

CCTV Menangkap Gambar dengan Baik

Dia mengklaim, cara kerja dua CCTV yang terpasang cukup baik. Meski dalam keadaan malam hari, nomor pelat kendaraan bisa terlihat secara jelas. Dijelaskan, dua kamera yang terpasang tersebut semuanya menghadap ke belakang. Alasannya, untuk memudahkan merekam aktivitas kendaraan.

"Gambar ini ditangkap dini hari. Suasananya gelap, tapi kamera CCTV bisa menangkap gambar dengan jelas," terang Yusuf.

Tidak sekedar menangkap gambar aktivitas lalu lintas. Menurutnya, dua CCTV yang terpasang dapat mengirim rekaman berdurasi 10 detik proses berlalu lintas kendaraan baik sebelum, sedang, dan sesudah melakukan pelanggaran.

Optimis Uji Coba ETLE Berhasil

Kebijakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang diinisiasi oleh Ditlantas Polda Metro Jaya, sebelumnya pernah diterapkan di Surabaya beberapa bulan lalu. Kendati demikian, pemberlakuan kebijakan penindakan hukum pelanggaran lalu lintas di kota pahlawan tidak berjalan sesuai diharapkan.

Berkaca dari pengalaman itu, Dirlantas PMJ Kombes Pol Yusuf menegaskan bahwa uji coba ETLE selama 30 hari ke depan harus berhasil. Bahkan, dia memastikan semua aturan perundangan-undangan sebagai payung hukum penindakan ETLE sudah lengkap, termasuk persoalan apakah pelanggar harus wajib ikut proses persidangan atau tidak.

"Saya tidak memandang di Surabaya ETLE sudah berhasil atau tidak. Prinsip saya Jakarta harus berhasil," ujarnya saat memberikan keterangan pers di TMC Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (1/10).

Dia mengatakan, hari pertama pengoperasian akurasi kamera CCTV yang terpasang di dua jalan protokol ibu kota, Thamrin dan Sudirman sangat baik. Disamping itu, mekanisme cara kerja penindakan pun sudah dilakukan petugas Traffic Management Centre (TMC).

Disebutkan, payung hukum untuk menjalankan penindakan ETLE mengacu pada Peraturan Kapolri No. 5 tahun 2012 tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. UU RI No. 1/1946 tentang peraturan hukum pidana, UU RI No. 8/1981 hukum acara pidana, UU RI No. 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, UU No. 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, dan UU No. 19/2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

(rgm/wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up