JawaPos Radar

Libatkan Klub Luar Negeri, Begini Persiapan Superliga Junior 2018

02/10/2018, 07:58 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Superliga Junior 2018, Bulu Tangkis, Achmad Budiharto
Superliga Junior 2018 dipersiapkan secara matang dan demi yang terbaik (Bintang Rahmat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kendati ajang Superliga Junior 2018 bukan kompetisi besar, pihak penyelenggara tetap dituntut untuk melakukan persiapan secara matang. Pasalnya pertandingan itu diikuti oleh pebulu tangkis muda dari luar negeri.

Sebagai catatan, Superliga Junior 2018 mempertandingkan pemain U-17 dan U-19 dari berbagai klub bulu tangkis di Indonesia dan beberapa klub dari luar negeri. Namun, level pertandingan tetap tergolong kecil.

Namun, bukan berarti pihak penyelenggara tidak melakukan persiapan matang. Direktur Superliga, Achmad Budiharto justru telah melakukan persiapan serius untuk mensukseskan perhelatan tersebut.

Superliga Junior 2018, Bulu Tangkis, Achmad Budiharto
Achmad Budiharto, Direktur Superliga, mengatakan persiapan dilakukan secara matang (Bintang Rahmat/JawaPos.com)

"Untuk persiapan sekarang baru yang terkait untuk kepesertaan. Tetapi persiapan fisik memang sudah disiapkan di sana (Magelang). Sudah disiapkan lapangan, hotel, dan proses mekanisme transportasi. Mudah-mudahan tidak ada halangan," ucapnya di Mid Plaza, Sudirman.

Untuk kepesertaan sudah dilakukan sampai tahap drawing tiap-tiap pemain. Namun, sayangnya dari ke-13 klub yang ikut, satu klub yang berasal dari India belum menyerahkan nama para pemainnya.

"Di India terjadi keinginan semua klub untuk ikut. Oleh sebab itu mereka difasilitasi oleh federasinya untuk mengadakan seleksi, nanti yang terbaik dikirim kesini," jelas Achmad.

Alhasil pihak penyelenggara memberikan pengecualian kepada India untuk menyerahkan nama-nama pebulutangkis yang akan ikut serta (entry by name). Tetapi India tidak bisa benapas lega karena mereka terpaksa tidak di-seeding.

"Memang risikonya mereka tidak di-seeding karena kami melihat rangking internasional," ujarnya. "Sebetulnya entry by name secara keseluruham sudah ditutup. Karena India minta pengecualian atas hal tersebut dengan konsekuensi tidak di-seeding, paling tidak mereka memasukkan sebelum manager meeting tanggal 15 Oktober," pungkas Achmad.

(mat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up