JawaPos Radar

Pertanggungjawaban Tak Jelas, Donasi Pinggir Jalan Akan Ditertibkan

02/10/2018, 05:45 WIB | Editor: Estu Suryowati
Pertanggungjawaban Tak Jelas, Donasi Pinggir Jalan Akan Ditertibkan
ILUSTRASI. Sejumlah anggota Basarnas melakukan pencarian korban yang tertimpa rerutuhan akibat gempa di Hotel Roa Roa, Palu, Sulteng, Minggu (30/9). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Pemkot Balikpapan mengimbau agar permintaan sumbangan maupun donasi untuk Palu yang dilakukan di pinggir jalan tak lagi dilakukan. Agar lebih teratur, pemkot membuka posko bantuan di halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, mulai hari ini (2/10) pukul 10.00 Wita. Hari ini juga, pemkot akan menyiapkan rekening donasi bagi mereka yang ingin membantu dalam bentuk uang.

"Sumbangan di pinggir jalan nanti akan ditertibkan. Karena itu risikonya besar terhadap keselamatan lalu lintas. Selain itu, pertanggungjawaban anggarannya juga tidak bisa dikontrol. Lagi pula pemkot akan menyiapkan rekening terpadu," kata Asisten I Sekkot Balikpapan Syaiful Bahri, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Selasa (2/10).

Makanya, dia mengimbau masyarakat yang ingin membantu bisa langsung ke posko yang bakal dibuka 24 jam selama tiga bulan ke depan. "Yang sudah menggalang dana bisa juga disetor ke rekening yang disediakan pemerintah kota. Masyarakat yang mau menyerahkan secara langsung juga bisa datang ke posko," tambahnya.

Dia menegaskan, pakaian bekas bukanlah prioritas keperluan korban bencana Palu. Jika ingin membantu, sebaiknya barang-barang yang memang sangat dibutuhkan. Yakni air minum, obat-obatan, tenda, terpal, selimut, water tank, bahan makanan seperti mi instan dan makanan yang tahan lama.

Selain itu, alat penerangan. Bisa juga menyumbang genset. Keperluan lainnya seperti kantong mayat serta makanan bayi.
Bantuan yang terkumpul di posko akan dikirim menggunakan pesawat Hercules yang terbang tiga kali sehari ke Palu.

Pesawat itu mampu mengangkut sampai 500 ton logistik sekali terbang. Sehingga jumlah bantuan dari masyarakat tidak dibatasi dan dipastikan akan dikirim. "Jadi kalau mau jelas penyalurannya, serahkan bantuan lewat pemerintah," tegasnya.

Sementara itu, Balikpapan dan Makassar disebut sebagai kota pendamping Palu. Dengan demikian, ada kemungkinan pengungsi dari Palu bakal masuk ke dua kota ini.
Terkait hal tersebut, Pemkot Balikpapan sudah bersiap. Pengungsi dari Palu akan difasilitasi untuk menempati tiga tempat, yakni Dodikjur Rindam VI/Mulawarman di Manggar, Asrama Haji Batakan, dan SPN Polda Kaltim di Jalan Jenderal Sudirman.

Mereka korban luka bakal dilayani oleh tiga rumah sakit. Yakni, RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo, RS dr R Hardjanto (RS Tentara), dan RS Bhayangkara. Selain itu, bakal disiapkan 26 tenaga medis untuk menangani para pengungsi ini.

Sampai kemarin Senin (1/10), baru rombongan dari karyawan Kantor Bea Cukai Palu saja yang sudah tiba di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur di Balikpapan.

"Mereka sifatnya hanya sementara. Tujuan selanjutnya ada yang pulang ke Jawa dan lain-lain. Mereka juga mampu. Ke Balikpapan sifatnya mencari yang terdekat yang penting bisa segera keluar dari Palu," tambahnya.

Pihaknya belum mengetahui berapa banyak kemungkinan pengungsi yang bakal masuk ke Balikpapan. Termasuk jumlah warga Kota Minyak yang tengah berada di Palu, masih belum ada datanya.

Yang jelas Pemkot Balikpapan memfasilitasi tempat penampungan sementara dan perawatan medis. Kemudian, jika ada yang ingin secara mandiri melanjutkan tujuan ke Jawa dan pulau lain, dipersilakan. "Jangan juga sampai berminggu-minggu di sini, kami pasti kewalahan. Kami dorong agar bisa ditampung pihak keluarga kalau masih ada," harapnya.

Senada, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Suseno menambahkan, bagi warga yang memiliki keluarga melakukan perjalanan di Palu dan menjadi korban bencana, maka bisa melaporkan ke posko yang didirikan pemkot.

"Datang ke posko. Kami juga menerima bantuan dari masyarakat. Utamanya air dan makanan kering. Untuk pakaian usahakan pakaian baru. Kalau bekas kami tolak," jelasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up