JawaPos Radar

Dari 3 Kali Ketukan Pintu, Proses Evakuasi Hotel Roa-roa Berlangsung

01/10/2018, 23:48 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gempa Sulteng
EVAKUASI: Kondisi bangunan di Hotel Roa-roa yang rata dengan tanah lantaran dampak dari gempa dan tsunami Palu, di Jalan Pattimura, Senin (1/10). (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang ibu dan anaknya, dikabarkan selamat dari ambruknya Hotel Roa-roa di Jalan Pattimura, Kota Palu, Jumat (28/9) pekan lalu. Untuk diketahui, salah satu hotel terbesar di pusat kota itu nyaris rata dengan tanah setelah diguncang gempa berkekuatan 7,4 SR disusul tsunami meluluhlantakan seisi kota. 

Usai gempa, Roa-roa kerap mendapatkan perhatian serius khususnya dalam proses evakuasi. Sebabnya, bangunan dengan delapan lantai itu dihuni sejumlah tamu pendatang dari luar Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebagian besar dari mereka dikabarkan terjebak akibat tertimpa reruntuhan material bangunan. 

Faisal, 41, warga setempat yang pertama kali menyelamatkan korban seorang ibu dan anak perempuan penghuni hotel tersebut, mengisahkan proses awal bagaimana korban ditemukan dalam keadaan selamat. 

Gempa Sulteng
Info Grafis Korban Gempa Sulteng (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Gempa dan tsunami terjadi sekitar pukul 17.50 waktu setempat. Beberapa jam setelahnya, tepat sekitar pukul 22.00 WITA, lelaki yang akrab disapa Pak Ica itu, memutuskan untuk menyisir lokasi Hotel Roa-roa. Insiatif untuk mencari dan membantu korban dilakukan, setelah ia mengetahui bahwa seluruh keluarganya selamat dalam bencana alam itu. 

"Baru keadaan saya rasa tenang-tenang, saya juga sudah tenangkan perasaan karena sudah tahu kalau keluarga semua selamat. Jadi langsung saya pikir kalau di samping ini (hotel) banyak tamu yang datang karena ada acara semacam festival begitu di Palu sini," kisah Pak Ica, saat berbincang di sela-sela proses evakuasi korban lanjutan di hotel Roa-roa, Senin (1/10).

Tak lama berselang ia dan beberapa orang rekannya yang juga selamat dari peristiwa itu memutuskan untuk naik di atas puing-puing bangunan. Bermodalkan penerangan seadanya menggunakan senter, dalam kondisi gelap gulita, Pak Ica mulai beroperasi. 

"Saya pertama langsung injak-injak saja di atas bangunan-bangunan ini. Saya kira-kira, ini lantai enam hotel. Karena kan saya senter-senter ternyata masih ada sekitar dua lantai lagi. Jadi pas saya jalan-jalan begini, ada saya dengar semacam suara ketuk-ketuk begitu, pertama sekali tiga kali ketuk itu," terangnya. 

Mendengar suara ketukan, Pak Ica dan empat rekannya dan sejumlah warga lain mendatangi sumber suara itu. Penasaran, Pak mencoba memberikan kode dengan pekikan singkat 'halo ada orang'. Merasa pekikannya direspons, suara ketukan kembali terdengar. 

"Sudah saya berteriak kecil-kecil begitu baru muncul lagi itu suara seperti ada ketukan lagi. Tapi mulai pelan-pelan itu ketukannya, seperti tidak cepat-cepat macam pertama itu," ucapnya. 

Merasakan bahwa sumber ketukan tak begitu jauh dari tempatnya berada, ia akhirnya memutuskan untuk semakin mendekat. Terasa seperti ada yang janggal saat memijakkan kaki di atas bebatuan, Pak Ica bahkan mencoba membandingkan pijakan batu dengan pijakan bahan material lain. 

"Saya injak lagi sebelah kaki kiri di batu baru kaki kanan saya ini coba pakai tumit di sebelahnya, seperti lembek-lembek. Saya senter ke bawah ada pegangan pintu. Pas saya buka, baru saya langsung kaget juga ternyata ada ibu itu dengan anaknya sementara dia peluk," jelasnya. 

Sedikit membersihkan sisa-sisa kepingan reruntuhan bangunan, Pak Ica kemudian menarik korban langsung keluar dari pintu. "Jadi ternyata saya baru senter baik-baik itu pintu ternyata semacam kamar begitu. Ibunya kasih itu anaknya pertama ke atas. Baru saya tarik lagi ibunya ini keluar," akunya. 

Setelah mengeluarkan kedua korban, Pak Ica mencoba sedikit melihat-lihat lokasi temuan. Disebutkan jika tempat korban ditemukan merupakan kamar, yang ketika gempa terjadi, bangunan terbalik sehingga pintunya kemudian menghadap ke atas. 

"Iya karena kan saya punya injakan kaki ini, pas-paskan di pintu kamarnya. Mungkin dia bernapas itu di sela-sela bangunan itu karena ada udara mungkin sedikit masuk jadi dia bertahan, bernapas lewat situ," tambahnya. 

Pak Ica tak menyebutkan jelas, identitas kedua korban yang ditemukan. Sebab saat dibopong keluar usai ditemukan, keduanya dalam kondisi luka-luka. Meski selamat, korban, lanjut Pak Ica saat itu dirawat sementara di posko pengungsian sekitar, tepat di halaman Hotel Roa-roa. 

Dua korban yang selamat itu merupakan orang pertama yang ditemukan. Setelah tim Basarnas gabungan melakukan pencarian dan evakuasi, barulah ditemukan korban-korban selamat lainnya yang juga tertimbun di dalam reruntuhan gedung. 

(rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up