JawaPos Radar

Kompetisi E-Sports Pertama di Indonesia Untuk Menjaring Atlit

01/10/2018, 22:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Kompetisi E-Sports Pertama di Indonesia Untuk Menjaring Atlit
Presiden HSL 2018 Stevanus, Pakar Psikologi Anak asal Universitas Indonesia, Anna Surti Nina saat memaparkan Kempetisi E-Sports pertama di Indonesia, di Medan, Senin (1/10). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Para pelajar di Kota Medan yang merupakan pecinta game Dota 2 pasti tidak akan melewatkan even yang digelar untuk pertama kalinya di Indonesia ini. Pasalnya, selain bisa menyalurkan hobi, para pelajar juga bisa mengukir prestasi.

Even yang dimaksud yakni JD.id High School League (HSL) 2018. Ini merupakan Liga E-Sport untuk para pelajar di Indonesia. Dimana babak kualifikasinya akan segera digelar di 10 GeForce-Certified iCafe yang berada di delapan kota di Indonesia. Selain Medan, even itu juga akan dihelat di Jakarta; Bogor; Bandung; Solo; Surabaya; Malang dan Makassar.

Presiden HSL 2018, Stevanus mengatakan, Sekolah-sekolah yang ada di Kota Medan sudah bisa mulai mendaftarkan diri hingga 12 Oktober mendatang.

"Ini adalah liga E-Sport pertama di Indonesia. Yang khusus digelar untuk pelajaar SMA di Indonesia. Turnamen akan dilaksanakan setiap akhir pekan," kata Presiden HSL 2018 Stevanus di Kota Medan, Senin (1/10).

Ia menjelaskan, Dota 2 dipilih karena game itu menerapkan realtime strategi. Sehingga, dapat mendorong pemain untuk meningkatkan kemampuan kerjasama; kekompakan; pengambilan keputusan; strategi; sportifitas dan disiplin.

Liga lanjutnya, juga akan digelar selama satu semester. Untuk para pemenangnya, panitia menyediakan hadiah yang cukup menarik. Mulai dari beasiswa, penyediaan kurikulum E-Sports, biaya subsidi untuk guru pembimbing kegiatan ekstrakuikuler E-Sports dan dukungan perlengkapan lab E-Sports.

"Kita ingin mencetak bibit-bibit baru dari E-Sports. Apalagi ini adalah cabang olahraga yang masih sangat baru. Atlet dari Indonesia harus bisa bersaing di tingkat internasional," ujar Stevanus.

HSL 2018 juga mendapat dukungan dari Pakar Psikologi Anak asal Universitas Indonesia, Anna Surti Nina. Kata perempuan yang akrab disapa Nina ini, E-Sports bisa mengarahkan para pecandu game ke arah yang lebih positif. Karena para atlet dituntut untuk leebih disiplin.

"E-Sports punya manfaat kepada anak supaya berkemampuan memahami ruang, mengambil keputusan, pengenalan pola, koordinasi antatara mata dan tangan. Jadi ini memang menarik," kata Nina.

Hadirnya HSL 2018 pun mendapat sambutan dari para gamers di Kota Medan. Puluhan gamers muda berkumpul untuk mendengarkan penjelasan soal HSL.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up