JawaPos Radar

Korban Avanza Maut Batam Diduga Komplotan Maling

01/10/2018, 21:12 WIB | Editor: Budi Warsito
Korban Avanza Maut Batam Diduga Komplotan Maling
Kondisi mobil Toyota Avanza nopol BP 1710 GG yang dikemudikan korban dalam kecelakaan tunggal di Batam, Sabtu (29/9). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Kecelakaan tunggal yang menewaskan lima dari enam penumpang mobil Avanza di Jalan Yos Sudarso, Batam Centre, Batam diduga berkaitan dengan kasus pencurian.

Dugaan itu muncul, setelah diketahui ada laporan kehilangan dari seorang warga di Polsek Kecamatan Batu Ampar, Batam. Dimana 12 velg di mobil yang dikemudikan korban ES sama dengan laporan kehilangan.

Dalam kecelakaan maut itu ES pengemudi mobil tewas bersama korban lainnya yakni EM; E; RP dan l. Sementara Z adalah satu-satunya korban yang mengalami luka berat dan saat ini ditangani di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki menjelaskan, pihaknya masih mendalami kasus ini. Kesaksian korban selamat berinisial Z akan digali guna mengetahui apakah benar ada kaitan dengan laporan tersebut.

Sementara itu, Silman Situmeang, pemilik toko yang membuat laporan kehilangan di Mapolsek Batu Ampar, mengaku kalau velg yang ada pada kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (29/9) tersebut sama dengan velg miliknya yang hilang.

"Pelapor (Silman Situmeang) mengatakan betul bahwa itu velg miliknya yang hilang," kata Hengki di Mapolresta Barelang, Senin (1/10).

Hengki melanjutkan, dugaan itu diperkuat setelah diketahui salah satu korban tewas berinisial RP baru sembilan hari keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Hal itu diketahui, karena di saku milik RP terdapat surat keterangan bahwa ia baru keluar dari Lapas Tanjungpinang. Terhadap ES sendiri, dikenai pasal 310 ayat 4 Undang-Undang 2002 tentang lalu lintas dengan ancaman 6 tahun penjara. Namun karena ES meninggal, kasusnya dihentikan.

"Kasus terkait kecelakaan ini di SP3 karena tersangka meninggal dunia," kata Hengki.

Sementara itu, untuk Z sendiri, masih akan dilakukan pemeriksaan guna memastikan apakah ia memenuhi syarat untuk disangkakan dalam kasus dugaan pencurian ini.

"Kondisi Z sudah mulai membaik, tapi belum bisa kita mintai keterangan, masih dalam pemulihan. Bisa saja Z kita sangkakan dengan KUHP pasal 363 tentang pencurian," jelas Hengki lagi.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Yos Sudarso, Batam Centre, Batam. Lima dari enam penumpang mobil avanza dengan nopol BP 1710 GG meninggal di tempat. Kecelakaan yang diketahui terjadi pada Sabtu (29/9) sekitar pukul 01.37 WIB diduga karena mobil oleng setelah mengalami pecah ban.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up