JawaPos Radar

Sepi Order, Penjahit Nekat Edarkan Upal

01/10/2018, 20:58 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Peredaran Uang Palsu
UPAL: Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto menunjukkan barang bukti uang palsu saat gelar kasus, Senin (1/10). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - ST hanya bisa tertunduk lesu saat Polres Karanganyar menangkapnya atas kasus peredaran uang palsu. Pria 27 tahun itu tidak pernah menyangka jika yang dilakukannya bakal mengantarkannya ke hotel prodeo.

Saat gelar kasus Upal di Mapolres Karanganyar, Senin (1/10) ST Mengenakan baju tahanan warna biru. Mulut tertutup masker dan tangannya diborgol dengan tersangka lainnya. 

Sebelum menjadi pengedar Upal, ST adalah seorang penjahit. Ia bekerja di Gresik, Jawa Timur (Jatim). Tetapi, dirinya sudah menganggur sejak tiga minggu yang lalu. Ini karena order sepi, sehingga dirinya pun memilih untuk pulang ke rumahnya di Karangpandan, Karanganyar. Tetapi, kepulangannya ke Bumi Intan Pari bukan untuk mencari profesi pengganti. 

Tetapi, ST justru menekuni profesi baru yakni sebagai pengedar Upal. Profesi baru ini dilakukannya setelah dirinya berkenalan dengan tersangka lain berinisial S melalui media sosial. Dari perkenalan inilah, S menawarkan Upal kepada ST. "Sudah tiga minggu menganggur karena bahan sepi, terus pulang dan kenal dengan S lewat FB," katanya kepada JawaPos.com, Senin (1/10). 

ST pun tertarik untuk membeli Upal dari S. Untuk harganya, adalah separuh dari harga uang asli. ST mengaku telah membeli Upal dari S sebesar Rp 800 ribu dengan harga Rp 400 ribu. Selanjutnya, Upal tersebut digunakan untuk membeli smartphone.

Pada Kamis (27/9) lalu, ST bertransaksi dengan seorang penjual smartphone merek Oppo. Dari tawar menawar, akhirnya deal dengan harga Rp 1,7 juta. Kemudian keduanya pun bertemu di sekitar Flyover Palur sekira pukul 13.00 WIB. Tetapi, usai bertransaksi, korban curiga saat melihat beberapa kejanggalan dari uang yang dibayarkan oleh ST.

Merasa curiga, korban lantas melakukan pengecekan menggunakan alat pengecek uang. Dan benar, uang yang dibayarkan ST semuanya adalah uang palsu. Korban pun melaporkan kejadian ini kepada Polres Karanganyar.

Mendapat laporan tersebut, Polres langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka saat berada di rumah istrinya di Karangpandan. "Kami masih kembangkan kasus peredaran Upal ini, karena masih ada tersangka yang belum tertangkap. Saat ini masih dalam pengejaran," terang Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Purbo Ajar Waskita.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up