JawaPos Radar

September 2018, Deflasi Padang Peringkat ke-8 se Sumatera

01/10/2018, 20:53 WIB | Editor: Yusuf Asyari
September 2018, Deflasi Padang Peringkat ke-8 se Sumatera
BPS Sumbar saat mengekspos laju inflasi dan deflasi di bulan September 2018 (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sepanjang September 2018, Kota Padang mencatatkan laju deflasi sebesar 0,35 persen. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan Kota Bukittinggi yang hanya mengalami deflasi sebesar 0,1 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) Sukardi menyebutkan, laju deflasi di Kota Padang dipicu menurunnya harga bahan makanan sebesar 1,69 persen sepanjang bulan lalu.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain, bawang merah, cabai merah, ayam ras, telur ayam ras. Lalu, jengkol, minyak goreng dan gula pasir.

"Turunnya komoditas ini lebih dominan dibanding kenaikan sejumlah bahan pangan beras, kentang, dan daging sapi," kata Sukardi di kantor BPS Sumbar, Senin (1/10).

Dari catatan BPS, di September 2018 ini, terdapa kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera yang mengalami inflasi dan 16 kota yang mengalami deflasi. Inflasi tertinggi dialami Bengkulu sebesar 0,59 persen dan terendah di 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,12 persen dan terendah di Kota Batam sebesar 0,09 persen.

"Kota Padang menduduki posisi ke-8 dari kota yang mengalami deflasi dan Kota Bukittinggi menduduki posisi ketiga dari seluruh kota yang alami inflasi di Sumatera," katanya.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up