JawaPos Radar

Liga 1 2018

Menpora: Suporter Nakal Dilarang ke Stadion Seumur Hidup

01/10/2018, 19:16 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Menpora Imam Nahrawi, Suporter Indonesia, PSSI, PT LIB, Liga 1 2018, Imam Nahrawi
Menpora Imam Nahrawi di acara pertemuan stakeholder sepak bola di Kemenpora, Senin (1/10). Menpora Imam Nahrawi menegaskan bahwa suporter nakal dilarang ke stadion seumur hidup (Isa Bustomi/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menyesalkan adanya suporter Indonesia yang bertindak anarkis. Menpora mengambil langkah tegas dengan melarang suporter nakal nonton di stadion seumur hidup.

Dengan kejadian yang pernah dialaminya dan terakhir insiden tewasnya Haringga Sirla, Menpora mengatakan harus ada tindakan tegas untuk suporter yang nakal. Menpora sendiri pernah menjadi korban anarkis suporter di stadion. Meski bukan secara langsung, kejadian pemukulan yang dialami anaknya saat laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya di PTIK membuatnya kecewa.

Belum selesai kasus tersebut, insiden kembali terjadi. Suporter Persija, Haringga, tewas usai dianiaya oknum suporter Persib Bandung di parkiran Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (23/9).

Menpora Imam Nahrawi, Suporter Indonesia, PSSI, PT LIB, Liga 1 2018, Imam Nahrawi
Menpora Imam Nahrawi di acara pertemuan stakeholder sepak bola di Kemenpora, Senin (1/10). Menpora Imam Nahrawi menegaskan bahwa suporter nakal dilarang ke stadion seumur hidup (Isa Bustomi/JawaPos.com)

PSSI lantas memberhentikan kompetisi dalam watu yang tak ditentukan. Menpora pun melakukan pertemuan dengan petinggi klub Liga 1 dan suporter guna melakukan pembahasan. Dengan turut dihadiri perwakilan dari PSSI, BOPI, APPI, dan Polri, Menpora berharap agar insiden tersebut dapat terselesaikan dan menjadi yang terakhir.

"Dari pihak kepolisian kiranya bisa memberi tindakan nyata. Semua harus dituntaskan juga dan ditegaskan secara maksimal. Kalau perlu para suporter yang nakal itu tidak boleh nonton seumur hidup," tegas Menpora.

Menurutnya, hal tersebut dapat diberlakukan kepada individu suporter klub untuk upaya preventif. Dengan begitu para suporter dapat menjadi aset yang sangat berharga bagi klub dan Timnas Indonesia.

"Tapi pasti banyak hal baru yang sudah diterapkan bagaimana menangangi suporter dengan baik dan megedukasi agar jadi aset berharga yang harus dirawat dan dimaksimalkan," sambungnya.

Insiden yang dialami Haringga diharapkannya yang terakhir. Imam Nahrawi tak ingin kembali terjadi. Menpora yang belum lama menyambangi rumah Haringga, mendengarkan langsung harapan orang tua korban, Siloam Tumangkeng yang meminta jangan ada kebencian dari suporter.

"Keluarga almarhum Haringga menegaskan jangan lagi ada korban. Mereka menegaskan cukup mereka yang berduka. Selebihnya jangan ada lagi," tutup Menpora.

(isa/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up