JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bantah Penjarahan Warga di Palu, Kapolri: Mereka Lapar!

01 Oktober 2018, 19:15:32 WIB
Bantah Penjarahan Warga di Palu, Kapolri: Mereka Lapar!
Warga melakukan penjarahan pascagempa di Palu, Sulawesi Tengah. (SCMP.com)
Share this

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memahami tindakan warga Palu yang mengambil barang, khususnya makanan di waralaba pasca gempa bumi dan tsunami. Karenanya, dia enggan menyebut hal itu adalah bentuk penjarahan.

"Bukan penjarahan, mereka itu lapar," tegasnya di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Senin (1/10).

Dia menilai, kekerasan kepada masyarakat yang mengambil barang tanpa izin di toko bukan solusi mengingat situasi di Palu luluh lantah akibat diterjang gempa dan tsunami. Namun pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat di sana tetap mengindahkan hukum.

Bantah Penjarahan Warga di Palu, Kapolri: Mereka Lapar!
Ilustrasi gempa Sulawesi Tengah (Kokoh Prabawa/ JawaPos.com)

"Tapi persoalan utamanya adalah mereka panik karena takut kekurangan logistik makanan dan BBM," tutur Tito.

Kendati demikian, pihaknya tetap meningkatkan pengamanan guna mencegah pengambilan barang di toko-toko yang ditinggal pemiliknya. Sementara itu, upaya terus dilakukan pemerintah untuk mencukupi pasokan makanan dan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut.

"BBM sudah dikirim mulai dari hari ini. Dirut Pertamina sudah di situ, Menteri BUMN sudah di sana. Kemudian pesawat sudah dipakai untuk mengangkut minyak-minyak, sudah berangkat," beber Tito.

Kapal pengangkut listrik 400 MW pun katanya dikerahkan dan kini sudah berangkat menuju ke Palu. "Kalau kapal ini sudah sampai di Palu, maka listrik tidak akan ada masalah karena cukup. Di sana dibutuhkan 110 megawatt. dan ini 400 megawatt, cukup," jelas mantan Kepala Densus 88 Antiteror yang sempat bertugas di Palu itu.

Perbaikan sejumlah gardu listrik yang mati juga terus dilakukan. "Ini harus harus diperbaiki. Kemudian sementara ini dari Dirut PLN mengirim genset sebanyak-banyaknya untuk menghidupkan (listrik) secara lokal," kata Tito. 

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : (dna/JPC)

Alur Cerita Berita

204 Korban Tsunami Berhasil Diidentifikasi 01 Oktober 2018, 19:15:32 WIB
Gempa Donggala: Dari Tambu Naik ke Sirenja 01 Oktober 2018, 19:15:32 WIB
Jenazah Ardi Kurniawan Dipulangkan ke Batu 01 Oktober 2018, 19:15:32 WIB
Peraih Emas SEA Games Tewas dalam Gempa Sulteng 01 Oktober 2018, 19:15:32 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up