JawaPos Radar

Bantu Korban Gempa Sulteng, Tiongkok Siap Kirim 200 Ribu Dolar AS

01/10/2018, 18:57 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Gempa Sulteng
Kondisi Kota Palu setelah dilanda gempa dan tsunami. Ratusan orang meninggal dalam musibah tersebut. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak hanya menjadi perhatian nasional. Namun ada beberapa negara lain yang turut menaruh perhatian mereka. Bahkan mereka menyatakan diri akan memberi bantuan sejumlah uang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo memastikan negaranya telah terbuka untuk menerima bantuan dari luar negeri. Hanya saja mekanisme penerimaan bantuan itu diterima secara selektif.

"Tadi malam presiden menyampaikan kepada Menlu bahwa Indonesia menerima bantuan internasional sesuai dengan kebutuhan. Artinya welcome negara-negara sahabat yang sudah menawarkan bantuan untuk penanganan gempa di Sulteng," ujar Sutopo di Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Senin (1/10).

Lebih lanjut, Sutopo menjelaskan, Menteri Kordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Pulhukam) Wiranto telah ditunjuk sebagai kordinator penerimaan bantuan dari negara sahabat. Nantinya dia yang akan memandu dalam menyeleksi bantuan masuk.

"Menkopolhukam ditunjuk sebagai kordinator, BNPB bersama Kemenlu saat ini menyiapkan mekanisme dan prosedur sesuai dengan peraturan yang ada. Dalam hal ini AHA center (The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management) yang akan membantu dalam proses registrasi dan koordinasi bantuan internasional," jelasnya.

Diketahui, saat ini setidaknya ada 10 negara sahabat yang telah menawarkan bantuan. Di   antaranya yakni dari Tiongkok berupa uang senilai USD 200.000.

"Kalau berdasarkan data sementara terdapat 10 negara yang menawarkan bantuan ke Indonesia. Diantarannya Australia, Amerika Serikat, Maroko, Korsel, Uni Eropa, Tiongkok, Singapur, Turki, Filipina dan Swis. Semetara data detailnya ada di kemenlu. Dan Tiongkok akan menyumbang USD 200.000," pungkas Sutopo.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up