JawaPos Radar

Bantu Korban Gempa, Rumah Zakat Kirim Relawan ke Palu

01/10/2018, 17:41 WIB | Editor: Kuswandi
Gempa Sulteng
Titik gempa di Kabupaten Donggal, Sulteng (Dok.BMKG)
Share this image

JawaPos.com - Rumah Zakat mengirimkan relawan untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Selatan. Relawan dikirim dari delapan provinsi.

"Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sumatera Barat," jelas Chief Program Officer Murni Alit Baginda dalam Press Conference Aksi Peduli Bencana Sulawesi Tengah di Kantor Rumah Zakat Perwakilan Jawa Barat, Senin (1/10).

Dia mengatakan relawan yang dikirim terdiri dari 13 orang tim evakuasi, 5 orang tim medis, 2 unit ambulance, 1 mobil klinik, bantuan logistik hingga pengiriman 100 ribu kornet Superqurban dan siaga pangan.

"Fokus bantuan kita di masa tanggap darurat ini adalah evakuasi, rapid assessment, layanan medis, bantuan logistik, layanan dapur umum dan layanan kebersihan," terang Murni.

Untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana di Sulawesi Tengah mulai dari masa tanggap darurat hingga masa recovery dan rehabilitasi, Rumah Zakat membuat empat gelombang tahapan aksi penanganan bencana di Sulawesi Tengah, yang disesuaikan dengan kondisi dan fase bencana di lapangan.

Pada Gelombang pertama ini, Rumah Zakat mengirimkan relawan untuk membantu evakuasi, assessment, pelayanan medis, penyaluran logistic, dan layanan dapur umum, serta mengirimkan ambulance dan mobil klinik. Di Gelombang kedua, penanganan bencana ditambah dengan penyediaan pos pengungsian, mesjid darurat, toilet komunal dan layanan psikososial.

Di Gelombang III yang bertepatan dengan masa recovery, Rumah Zakat akan mulai mendirikan hunian sementara, penyiapan sekolah darurat dan penyediaan layanan kesehatan. Dan di Gelombang IV atau masa rehabilitasi, selain masih terus menyediakan hunian sementara dan sekolah darurat, pihaknya juga akan mulai melakukan pendampingan ekonomi untuk warga terdampak .

"Ke depannya, kita berencana akan mendirikan desa berdaya dengan program-program pemberdayaan yang terintegrasi di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan, agar warga terdampak dapat kembali pada kehidupannya seperti sebelum terjadi bencana," terang Murni.

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan 7,4 SR msngguncang Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB.  Sumber gempa berasal dari Sesar Palu Karo.

Wilayah daerah terdampak gempa tsunami meliputi Kota Palu, Kabupateb Donggala, kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Gubernur Sulawesi Tengah telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari dari 28 September - 10 Oktober 2018.

Berdasarkan data sementara dari BPBD tercatat 832 orang meninggal dunia (kota Palu 821 orang, kab Donggala 11 orang), 580 orang luka-luka dan 16.732 orang mengungsi di 24 titik pengungsian.

Sampai saat ini jaringan telekomunikasi, PLN dan PDAM masih belum dapat beroperasi. Kebutuhan air bersih, logistik menjadi prioritas utama bagi masyarakat Palu-Donggala mengingat pasar dan toko masih banyak yang tutup, sementara itu warga yang berada di atas bukit mulai turun ke pos pengungsi. 

(dna/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 01/10/2018, 17:41 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 01/10/2018, 17:41 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 01/10/2018, 17:41 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 01/10/2018, 17:41 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 01/10/2018, 17:41 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 01/10/2018, 17:41 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 01/10/2018, 17:41 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up