JawaPos Radar

Hari Kopi Internasional, Barista Malang Bagikan Seribu Kopi Gratis

01/10/2018, 17:33 WIB | Editor: Dida Tenola
Hari Kopi Internasional, Barista Malang Bagikan Seribu Kopi Gratis
Kumpulan Barista di Malang membagikan 1000 kopi gratis di peringatan Hari Kopi Internasional. (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Ratusan penikmat kopi berkerumun di Gedung Graha Cita Insan, Kota Malang, Senin (1/10). Mereka terlihat menikmati kopi dalam secangkir gelas putih yang dibagikan secara gratis. Kopi itu diberikan cuma-cuma  untuk memperingati Hari Kopi Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Oktober.

Sejumlah barista terlihat asyik meracik kopi di atas meja yang berjejer rapi. Aroma kopi khas Malang langsung tercium kala barista menyeduhnya. 

Di sisi kanan dan kiri, beberapa pengunjung tampak antre untuk mendapatkan secangkir kopi gratis. Wakil Ketua Panitia acara bertajuk “Ngopi di Malang 2018” Nugroho Dwi Sudibyo mengatakan, event yang sudah ketiga kali digelar ini mengusung konsep sosial. Yakni berbagi 1000 kopi secara gratis. Baik kepada pecinta kopi maupun masyarakat umum.

"Konsepnya acara sosial, kami berbagi kopi. Acaranya tanpa ada brand sponsor apapun. Dan ini murni digagas oleh pegiat kopi di Malang," ujarnya kepada JawaPos.com.

Dia menyampaikan, setidaknya ada sekitar 250-300 kedai kopi di Malang yang turut serta dalam event tersebut. Pada kegiatan yang hanya digelar satu hari saja, pihaknya membagikan sebanyak 1000 kopi gratis. "Bagikan 1000 porsi kopi. Terdiri dari 500 kopi seduh dan 500 bentuk sachet, yang didalamnya sudah ada filternya. Jadi tinggal seduh," terang pria yang sempat menjadi barista tersebut.

Nugroho mengungkapkan, ada sebanyak 7 jenis kopi asal Malang yang disajikan pada event ini. Antara lain kopi dari Dampit, Tirtoyudo, Gunung Arjuno, Bukti Songgoriti, Panderman, dan kopi dari lereng Gunung Bromo.

Menurutnya, kopi asli Malang dipilih karena sebagai bentuk edukasi ke masyarakat tentang jenis-jenis kopi yang berasal dari Malang. Selain bisa menikmati kopi gratis, pengunjung juga mendapat edukasi tentang bagaimana cara menyeduh. "Jadi bukan hanya tahu kopi aja, tapi juga tahu cara seduh kopi," lanjutnya.

Pihaknya juga membawa beberapa alat seduh dari berbagai negara pada event tersebut. Antara lain dari Prancis, Italia, Jepang, dan Jerman. 

Dia menambahkan, saat ini para penikmat kopi tidak hanya sekadar menikmati kopinya saja. Tetapi mereka juga sudah mulai mempertanyakan lebih detail tentang kopi. Mulai dari asal, hingga proses penyeduhan. "Konsumen sudah mulai mempertanyakan apa yang diminum. Makanya kedai di Malang sudah melampirkan data terkait kopi untuk memancing konsumen bertanya," tuturnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Rangga Nada Bayu Sena mengaku senang dengan event tersebut. Melalui pembagian kopi gratis sekaligus edukasi tersebut, mahasiswa Universitas Merdeka Malang ini mengaku jadi lebih paham tentang kopi Malang. “Kegiatan ini bagus, soalnya saya penikmat kopi," kata dia.

Dia gemar menikmati kopi Malang. Menurutnya, kopi Malang rasanya enak. “Kopi Malang rasanya mantap, setiap hari rata-rata saya bisa ngopi dua sampai tiga gelas,” pungkasnya.

 

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up