JawaPos Radar

Menengok Pasar Pocong di Palembang

02/10/2018, 05:55 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pasar Pocong
Kondisi Pasar Pocong di Palembang (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pocong banyak dikenal sebagai sosok hantu memakai kain kafan yang terikat di kepalanya. Makhluk halus ini kerap membuat takut siapa pun melihatnya.

Berbeda halnya di Kota Palembang. Pocong diangkat menjadi nama sebuah pasar yang kini terus ramai dikunjungi pelanggan. Pasar Pocong berdiri sejak 2010. Lokasinya di Jalan Telaga Swidak, Kecamatan Seberang Ulu 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Warga berinisiatif untuk membuat pasar di kawasan kuburan karena keterbatasan lahan. Bahkan lapak beberapa dagangan dibentang di atas batu nisan.

Pasar Pocong
Kondisi Pasar Pocong di Palembang. (Alwi Alim/JawaPos.com)

"Alhamdulillah meski sudah lama, tidak ada sedikit pun gangguan dari makhlus halus," kata Edi, 48, salah satu pedagang di Pasar Pocong saat ditemui JawaPos.com.

Sejak awal dibuka, Edi sempat takut karena mengganggu para penunggu kuburan. Namun dengan niat mencari nafkah untuk keluarga, dia pun nekat berjualan di Pasar Pocong. Sekalipun tempat tinggal Edi cukup jauh dari pasar. Yakni, di Cinta Manis, Ogan Ilir, Palembang. "Pasar ini dibuka dari pukul 5.00 WIB sampai 11.00 WIB, pak," ujarnya.

Saat pertama kali dibuka, pedagang di Pasar Pocong tidak terlalu banyak. Hingga akhirnya pedagang terus bertambah. Begitu pula dengan jumlah pelanggan yang mengalami peningkatan. Bahkan banyak dagangan yang dijajakan pedagang ludes terjual.

"Alhamdulillah untung terus, pak. Tapi memang tidak menutup kemungkinan juga ada rugi. Karena kami ini berdagang sehingga pasti ada untung dan rugi," singkatnya.

Salah satu warga Seberang Ulu 1, Erna, 45, menyampaikan, Pasar Pocong sudah ramai sejak 2014. Melihat keramaian tersebut, ia pun kemudian membuat warung kecil di rumahnya. "Dari dulu pasar ini selalu ramai dikunjungi pembeli," ucapnya.

Erna merasa tidak takut meski harus berjualan di kawasan kuburan. Sebab baik hantu maupun manusia sama-sama makhluk ciptaan tuhan. "Jadi sejak awal, setahu saya tidak ada yang pernah diganggu dan selalu aman," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up