JawaPos Radar

Tokoh Muda Aceh Kritik Pemberian Gelar Laksamana Muda untuk Neno

01/10/2018, 17:14 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Neno Warisman
Timses capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi, Neno Warisman yang mendapat gelar Laksamana Cut Nyak Dien mendapat kritik dari kalangan tokoh muda Aceh. (sumeks/JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Gelar Laksamana Muda Cut Nyak Dien yang diberikan kepada tokoh gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman, menuai kritik dari Tokoh muda Aceh Thamren Ananda. Karena dianggap tak layak dan bisa  mencederai nilai-nilai sejarah masyarakat Aceh.

“Pemberian gelar tersebut kepada Neno Warisman saya pikir telah menginjak-injak nilai historis masyarakat Aceh,” ujar Thamren dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Senin (1/10).

Thamren menjelaskan sejumlah alasan dan argumentasi di balik kritiknya untuk Neno Warisman. Pertama, kata dia, soal mekanisme pemberian gelar di Aceh kepada sesorang sudah diatur melalui lembaga Wali Nanggroe.

“Karena yang berhak memberikan gelar juga Wali Nanggroe,” paparnya.

Selain itu, lanjut Thamren, untuk memberikan gelar kepada sesorang harus melalui proses yang panjang, terutama untuk meneliti rekam jejak penerimanya.

“Si penerima gelar sudah seharusnya memiliki rekam jejak serta kontribusi yang nyata terhadap pembangunan masyarakat Aceh,” tuturnya.

Oleh karena itu, Thamren mempertanyakan motivasi di balik pemberian gelar untuk Neno. Sebab, menurtnya sang penerima gelar tersebut tidak memenuhi kedua syarat itu. 

Lebih lanjut, Thamren pun menyarankan panitia yang memberi gelar tersebut segera mencabut gelar untuk Neno Warisman, sekaligus meminta maaf kepada masyarakat di Bumi Serambi Makah itu.

“Semoga ke depan tidak ada lagi tindakan ceroboh seperti itu. Sebab, jika ingin mendapatkan kekuasaan jangan pernah melakukan tindakan yang mencederai nilai-nilai historis masyarakat Aceh,” pungkasnya.

Diketahui, Sebelumnya Neno berada di NAD, Minggu (30/9) untuk mengukuhkan komunitas #2019PrabowoSandi di Gedung Haji Yusriah Lampeneurut, Aceh Besar.

Dalam acara itu, Neno yang didampingi Ketua DPD Gerindra Aceh TA Khalid dan mantan Panglima GAM Muzakir Manaf selaku Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandia menerima gelar kehormatan Laksamana Muda Cut Nyak Dien dari Raja Meureuhom Daya, Saifullah.

Sebelumnya, pegiat sejarah Aceh, Mizuar Mahdi, juga mengecam penyematan gelar kehormatan Laksamana Muda Cut Nyak Dien kepada Neno Warisman.

Mizuar mengatakan Laksmana itu kepangkatan dan berurusan dengan kemaritiman. Kemudian Cut Nyak Dien itu pejuang yang berperang melawan Belanda. 

Sementara seorang Neno Warisman, dalam pandangannya, tidak memiliki dua hal yang disebutnya tadi. Neno Warisman tidak pernah memimpin armada maritim, juga tidak pernah berperang melawan Belanda. 

Karena itu, dalih bahwa pemberian gelar itu hanya karena aktivis perempuan itu dinilai sebagai sosok wanita pemberani, tidaklah cukup.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up