JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dalam Kondisi Darurat JK Perintahkan Korban Gempa Dibawa Dengan Heli

Terutama yang Membutukan Pelayanan Medis

01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Dalam Kondisi Darurat JK Perintahkan Korban Gempa Dibawa Dengan Heli
Sejumlah anggota Basarnas melakukan pencarian korban yang tertimpa rerutuhan akibat gempa di Hotel Roa Roa, Palu, Sulteng, Minggu (30/9) (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah menyiapkan bala bantuan untuk korban gempa di Donggala dan Kota Palu. Sejumlah langkah pun sudah disiapkan selama dalam status tanggap darurat pascagempa.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes), misalnya, mulai memobilisasi pengiriman tenaga medis. Bahkan, sejak bencana terjadi, dokter dan tenaga kesehatan lainnya sudah bersiaga di lokasi bencana.

"Kemenkes akan memperkuat sesuai kebutuhan," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek kemarin.

Dalam Kondisi Darurat JK Perintahkan Korban Gempa Dibawa Dengan Heli
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Kemenkes juga telah mengirimkan tim rapid health assessment (RHA) ke lokasi untuk melakukan kajian cepat situasi dan kebutuhan layanan kesehatan.

Untuk mendukung layanan kesehatan, Kemenkes telah mengirimkan gelombang pertama tim kesehatan gabungan dari RSUP Kandou Manado dan RSUP Wahidin Makasar yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, serta perawat.

Setelah itu, tim tersebut dilanjutkan tim berikutnya dari RSUP dr Kariadi Semarang, RSUP dr Sarjito Jogjakarta, RSUP Hasan Sadikin Bandung, dan RSUP dr M. Hoesin Palembang. Selain itu, 30 anggota tim Nusantara Sehat telah siap dikerahkan ke wilayah terdampak.

Tiga hari pascagempa dan tsunami, sudah lebih dari 500 korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu telah ditangani tim kesehatan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati menambahkan, di RS Woodward Palu ada 28 korban yang dirawat, RS Budi Agung Palu (114), RS Samaritan Palu (54), RS Undata Mamboro Palu (160), dan RS Wirabuana (184).

"Selain itu, 384 korban meninggal dengan perincian 10 korban meninggal di RS Wirabuana, RS Masjid Raya (50), RS Bhayangkara (161), dan RS Undata (141) serta 20 korban meninggal di Kelurahan Pantoloan Induk, dan 2 lagi di Kelurahan Pajeko," tuturnya.

Di sisi lain, Kementerian Sosial telah menyiapkan dapur umum lapangan (dumlap) dan perlindungan sementara (selter) untuk para pengungsi.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, pihaknya telah memberangkatkan enam dumplap. Dia memperkirakan, satu unit dapur umum bisa memasak 2.000 nasi bungkus dalam satu waktu. "Jika ada 6 dumlap, diharapkan bisa memasak hingga 36 ribu nasi bungkus per hari," katanya.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat menjelaskan, Kementerian Sosial telah mengerahkan 779 personel Tagana dari Sulawesi Tengah. Mereka dibantu mobilisasi Tagana dari luar Sulawesi Tengah, yakni Gorontalo, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, dari luar Sulteng ada 139 personel Tagana. Jumlah tersebut akan terus bertambah dengan personel dari Jawa Timur dan DKI Jakarta. "Rekan-rekan Tagana dan pendamping di daerah sekitar yang tidak terkena bencana sudah digerakkan untuk membantu evakuasi, termasuk tenaga pendamping PKH," tegas Harry.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga ketua umum Palang Merah Indonesia (PMI) telah memerintahkan pengerahan dua helikopter tipe Bolcow BO-105. Helikopter yang diberangkatkan dari hanggar Bukit Baruga, Makassar, tersebut akan digunakan untuk membawa makanan, obat-obatan, serta tim medis untuk menjangkau daerah yang sulit.

Helikopter itu juga bisa digunakan untuk membawa korban yang membutuhkan penanganan medis darurat. "Berdasar pengalaman gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai Oktober 2010, helikopter ini sangat bermanfaat digunakan relawan untuk menyalurkan bantuan," ungkap JK.

Sekretaris PMI Sulawesi Selatan Lutfi Qadir menambahkan, mobil Hagglunds BV260 milik PMI juga dikerahkan untuk membantu penanganan korban. Hingga siang kemarin, mobil bergerak menuju Palu. Mobil itu bisa menembus medan berlumpur untuk mencari mayat. Saat terjadi letusan Gunung Merapi, mobil itu juga dikerahkan.

"Atas perintah Pak JK, sudah diberangkatkan Hagglunds, mobil tangki air, BBM, dan dua unit mobil boks berisi logistik seperti mi instan, biskuit, dan air mineral," ujar Lufti.

Pemerintah sudah membentuk satgas tanggap darurat pascagempa dan tsunami di Palu serta beberapa wilayah lain. Menurut Menko Polhukam Wiranto, tim itu dibentuk untuk mengorganisasi penanganan darurat bencana. "Nanti bisa menampung semua bantuan," jelasnya.

Sejauh ini, dia menyampaikan, korban gempa maupun tsunami sedikit demi sedikit sudah mendapat bantuan. Namun, belum semua korban tertangani. Tim yang dibentuk pemerintah masih berusaha menolong mereka.

Berdasar data dari Kodam XIII/Merdeka, satuan di bawah instansi mereka terus bergerak. Mulai Korem 132 Tadulako, Brigif 22/Ota Manasa, hingga Denzipur 4/Yudha Karya Nyata. Selain itu, petugas kesehatan dari Kostrad juga sudah bergabung dengan tim tersebut.

Rumah sakit lapangan yang sudah disiapkan, lanjut Wiranto, mulai dioperasikan. "Rumah sakit lapangan digelar setelah Hercules berangsur-angsur bisa membawa mereka ke Palu," ungkapnya. Selain itu, kapal bantu rumah sakit KRI dr Soeharso 990 milik TNI-AL sudah digerakkan dari Surabaya menuju Palu.

Untuk jenazah korban, Wiranto menyampaikan bahwa pemerintah segera memakamkannya secara masal setelah identifikasi oleh petugas selesai. Tujuannya tidak lain adalah menghindarkan munculnya penyakit akibat jenazah dibiarkan terlalu lama.

"Korban itu kebanyakan justru korban tsunami. Sebab, pada saat tsunami datang, ada satu geladi bersih untuk memperingati ulang tahun Kota Palu," terangnya.

Wiranto menyebutkan, pemerintah juga terus berusaha memulihkan sejumlah fasilitas umum maupun infrastruktur komunikasi dan akses jalan. Di antara tujuh gardu induk milik PLN, hanya dua yang sudah bisa difungsikan kembali. ''Saya mendesak PLN untuk segera memulihkan. Jika itu sudah pulih, aktivitas bisa kembali lancar,'' kata mantan panglima ABRI itu.

Pascagempa dan sunami yang melanda Sulawesi Tengah, tim evakuasi telah melakukan penanganan. Donggala merupakan salah satu daerah yang masih sulit ditembus. Hal itu diungkapkan Kapus Krisis Kesehatan Kemenkes Achmad Yulianto. ''Sudah ada tim ke sana (Donggala, Red). Tapi, komunikasi belum lancar,'' katanya kemarin. Dia menambahkan, jalur darat Palu-Donggala putus.

Aristo Silambi, koordinator posko Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Donggala, membenarkan pernyataan Yulianto. Di dalam kota, banyak wilayah yang belum bisa diakses. "Besok (hari ini, Red) tim kami rencananya menggunakan sepeda motor untuk ke daerah yang belum bisa diakses. Kalau mobil, sulit," ujarnya.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (lyn/syn/jun/c5/agm)

Alur Cerita Berita

Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 01 Oktober 2018, 17:00:27 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up